Event GPI ke-12 Berkonsep Budaya Aceh

0
291

Jakarta.- Aceh adalah sebuah Provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera, beribukota Banda Aceh, Provinsi paling barat Indonesia ini ditempati oleh lebih dari 4,5 Juta jiwa dan terdapat 12 jenis suku.

Keragaman suku membuat Aceh kaya akan adat dan budaya, dimana salah satunya adalah prosesi pernikahan adat. Untuk memeriahkan malam pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) edisi ke-12, Parakrama Organizer bekerjasama dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan didukung penuh oleh Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (HASTANA), Cut Marlyn Decoration, Dewwi Music mempersembahkan rangkaian pesona budaya prosesi pernikahan Aceh di Malam Pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia.

Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) akan diselenggarakan selama 3 hari, Jumat sampai Minggu, tanggal 4-6 Oktober 2019 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.

Acara ini juga dibuka dan diresmikan oleh Istri PLT Gubernur Aceh, Ibu Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T dengan prosesi Peusijuk dan diramaikan pula dengan tarian Ranup Lampuan-sajian khas musik Aceh. Arief Rachman, Direktur Parakrama Organizer mengatakan, bahwa disetiap penyelenggaraan Gebyar Pernikahan Indonesia kami selalu membawakan budaya yang berbeda, setelah budaya Jawa dan Betawi, kini Giliran Aceh yang memeriahkan acara pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia edisi ke-12. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk turut aktif melestarikan kekayaan budaya bangsa sekaligus untuk mempromosikan dan mengajak generasi muda agar mencintai budaya daerah, serta bangga memilih adat tradisional sebagai tema pesta pernikahannya.

“Dari sisi bisnis, perkembangan industri kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan, ditengah gelombang budaya barat yang begitu besar, antusiasme keluarga calon pengantin untuk menggunakan pernikahan adat masih sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari animo pengunjung Gebyar Pernikahan Indonesia selalu penuh dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kami berharap acara ini dapat dikunjungi oleh lebih dari 19.000 pengunjung atau naik 15 % dari Juni lalu dan menghasilkan transaksi lebih dari 70 milyar selama 3 (tiga) hari penyelenggaraanya,” harap dia.

Senada dengan penyelenggara, Gandi Priapratama, Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) mengatakan bahwa, Hastana adalah Asosiasi yang menbawahi seluruh perusahaan penata acara pernikahan (wedding organizer) terbaik dan terpercaya di Indonesia.

“Kami sangat senang menyambut penyelenggaraan Gebyar Pernikahan Indonesia. Dengan acara ini kami berharap bisa bertemu dengan para vendor pernikahan lainnya, agar dapat menjalin kerjasama yang baik guna mewujudkan pesta pernikahan klien kami,” ucapnya.

Selain itu, diacara ini kami juga ingin berbagi tips khusus kepada calon pengantin agar terhindar dari masalah-masalah yang akhir-akhir ini banyak terjadi, yaitu penata acara pernikahan melakukan wan prestasi sehingga merugikan sang pengantin.

Almuniza Kamal Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) tersebut. Apalagi, pagelaran GPI edisi ke-12 ini disuguhkan dengan pernik kebudayaan pernikahan dari daerah Istimewa Aceh.

“Kami sangat senang menyambut kerjasama ini, karena hal ini membantu kami dalam memperkenalkan kebudayaan Aceh kepada masyarakat luas. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta generasi muda akan budaya asli Indonesia khususnya Aceh dan mampu memberikan inspirasi kepada calon pengantin untuk pesta pernikahannya,” pungkas Almuniza.

Aceh Provinsi yang didiami oleh 12 Jenis suku, salah satu suku yang tinggal di Aceh adalah Suku Aneuk Jamee, pada perhelatan GPI ke-12 ini, Cut Marlyn Decoration akan menampilkan design pelaminan khas pesisir Aceh Selatan dengan kemewahannya.

Sedangkan Cut Yunisa Yoesoef, Pemilik Dekorasi Cut Marlyn mengatakan, untuk melengkapi kemegahan dan kemewahan dari prosesi pernikahan Aceh, kami akan mempersembahkan dekorasi dari wilayah pesisir, yaitu wilayah Tapak Tuan-Aceh Selatan.

“Dekorasi Tapak Tuan akan didominasi warna emas dengan banyak unsur yang bernafaskan Islam dan sarat akan makna serta doa untuk sang pengantin. Pada hari ke-3 event GPI ini tepatnya Hari Minggu 6 Oktober 2019, akan ada kemeriahan Parade Pernikahan Aceh yang merpersembahkan Redberry Present Pesona Pengantin Sumatera Featuring Kemilau Pengantin Aceh by Cut Marlyn,” terang Cut Marlyn.

Selain itu dekorasi nan megah dan mewah, music adalah satu elemen yang dapat menambah keromantisan dan meriahkan pesta. Tak kalah penting Jenesbi Gule Meliala, Direktur Dewwi Music juga akan memainkan music modern dengan sentuhan gaya Aceh guna memberikan nuansa hangat namun modern, dan bersahabat bagi para calon pengantin di Gebyar Pernikahan Indonesia edisi Ke-12 ini.

Jadi buat anda, para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan di akhir tahun 2019 atau awal Tahun 2020, acara ini wajib untuk dikunjungi, Gebyar Pernikahan Indonesia akan berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 4-6 Oktober 2019, jam 10.00-21.00 WIB di Kartika Expo , Balai Kartini, Jakarta. Berbagai Program acara menarik lainnya seperti Fashion Show Bridal, Fashion Show Kebaya, Penampilan Tarian Ratoh Jaroe dan Music Live Entertainment.

Dapatkan Grand Prize 1 Unit Mobil Honda All New Brio dan ratusan hadiah menarik lainnya. Untuk kemudahan pembayaran, Bank Mandiri selaku sponsor utama Gebyar Pernikahan Indonesia telah mempersiapkan beragam penawaran dan cara pembayaran yang menarik seperti Program Cicilan dengan Bunga 0% hingga 12 bulan dan tiket masuk gratis. (Elwan)