Endah S: Perempuan Harus Bisa Hadapi Globalisasi

0
416

Jakarta.- Pasca Pemilu 2019 banyak faktor yang menyebabkan minimnya perempuan yang lolos ke gedung DPRD DKI Jakarta. Turunnya kursi di DPRD sangat signifkan dibanding Pemilu sebelumnya.

Dalam acara Talk Show yang diselenggarakan oleh Perempuan Indonesia Raya (PIRA) dan Gerakan Sahabat Perempuan (GSP), pendiri GSP yang juga sebagai Keynote Speech Ir. Endah S Pardjoko mengatakan tujuan dari acara ini untuk mengevaluasi hasil keberhasilan juga keterpilihan perempuan di Pemilu 2019 ini.

“Karena kan yang namanya perempuan tidak terlepas dari unsur politik apalagi politik yang terkait dengan peran perempuan kedepan, jadi disini kita membuka mata para perempuan melalui organisasi PIRA dan Gerakan Sahabat Perempuan. Agar perempuan harus bangkit sekarang, bahwa dengan sistem pemilihan terbaru ini ternyata tidak mudah bagi perempuan bisa terpilih,” kata Endah di Hotel Mercure, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

Kali ini jumlah perempuan lebih sedikit dibandingkan jumlah pada saat Pemilu kemarin, jadi ini agak sulit apabila kita tidak berjuang dari luar untuk bersuara lebih keras. Untuk para wakil rakyat, sambung Endah, khususnya perempuan di dalam parlemen kita terima nasib keputusan disana walaupun bukan suara kita nanti, malah kita yang akhirnya terima dampak negatif dari hasil keputusan undang-undang atau peraturan.

Untuk itu dirinya berharap agar seluruh perempuan sama-sama bekerjasama bagaimana kita bisa mengisi suara perempuan kedepannya, terlepas dari unsur Pemilu kemarin 01 atau 02. “Tapi yang jelas disini kita punya kesepakatan, ayo kita mulai melihat bagaimana hasil Pemilu ini memberikan dampak kepada kita sebagai elemen masyarakat khususnya perempuan, apakah positif atau negatif,” ujar Endah yang juga sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B dari Fraksi Gerindra.

Sekarang jumlah perempuan itu tidak sampai angka 15%, ungkapnya, ini akan sangat menyedihkan bila dibandingkan 2009 yaitu 28%, 2014 itu turun 18%. Sekarang turun di bawah 15%, kemungkinan besar keberpihakan kepada perempuan sedikit meragukan.

Salah satu penyebab turunnya suara perempuan, Endah menilai karena masyarakat belum sadar terhadap apa itu Pemilu, ya ini sebetulnya kita kalah benar atau kalah curang?. Ini menjadi dilematis harusnya kan secara matematika tidak mungkin, perempuan juga sudah terbukti yang memberhasilkan Indonesia dan Jakarta.

Ir. Endah S Pardjoko juga memotivasi perempuan dalam menekan biaya ekonomi sehari-hari, “sebab perempuan harus mampu menghadapi globalisasi khususnya di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Jadi perempuan sekarang sudah harus bisa mengantisipasinya dengan cara fokus kerja, misalnya komoditi lokal kita kedepankan asupan yang memang menjadi kebutuhan sehari-hari itu kita tingkatkan jadi Urban Farming,” pungkasnya.

Dirinya juga merencanakan pada November nanti, Gerakan Sahabat Perempuan akan Goes To Mall dalam memenuhi kebutuhan dengan melakukan Urban Farming. (Elwan)