Empat Oknum Anggota Bareskrim Polri, Diduga Lakukan Penganiayaan

0
689

INAPOS, KOTA CIREBON.- Empat orang warga Cirebon menjadi korban penyekapan, penganiayaan yang dilakukan oleh satu orang yang mengaku sebagai anggota Polri (B) dan diduga empat oknum polisi yang mengaku dari Bareskrim Polri yakni, Ipda N, Aipda M, Aipda H dan Bripka S.

Kuasa hukum korban, Martono Maulana (Yoga) menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada Selasa (10/12/19) malam, korban (S) dijemput dirumahnya di Kaliwedi oleh B menuju penginapan “OKE” di Jalan Jenderal Sudirman Kota Cirebon disana sudah ada tiga korban lainnya yakni R, S dan supir rental.

Surat Laporan Polisi

Korban S yang juga orang kepercayaan R di interogasi oleh para pelaku terkait mobil – mobil mana saja yang menunggak pembayaran. Sebab S merupakan marketing freelance dalam jual – beli maupun over kredit mobil.

“Klien kami (S) tidak mengerti maksud dan tidak curiga pelaku (B) menjemput dirumahnya, karena (B) sering menginap dirumahnya,” ujar Yoga sapaan akrabnya kepada awak media saat konferensi pers di Polres Cirebon Kota, Rabu (18/12/19).

Masih kata Yoga, di penginapan tersebut empat orang korban disekap dan dianiaya para pelaku. Bahkan korban (S) mendapatkan penganiayaan oleh oknum polisi Bripka S hingga mengeluarkan darah dari telinga. Dan korban (R) ditodong menggunakan pistol oleh oknum anggota polri berpakaian preman dan meminta sejumlah uang.

“Para korban disekap dan mendapatkan penganiayaan bahkan meminta sejumlah uang dan membawa salah satu mobil korban,” kata Yoga.

Lanjut Yoga, pada Rabu (11/12/19) empat korban kemudian dibawa oleh para pelaku menuju ke Jakarta tepatnya disebuah Hotel yang berada di kawasan Menteng. Disana korban (R) diminta ATM bahkan nomor PIN ATM untuk mengambil uang Rp. 1,4 juta untuk membeli sabu. Kemudian para pelaku membawa mobil ke Mabes Polri.

“Saat di parkiran Mabes Polri mereka bertemu Perwira, setelah tahu itu mobil leasing Perwira tersebut mengembalikan mobil tersebut kepada oknum Polri,” ujarnya.

Yoga menegaskan, jika keempat oknum Polri tersebut merupakan anggota Bareskrim yang berdinas di Mabes Polri. Mereka sudah melompati pagar sebagai institusi Polri. Karena, jika memang mau melakukan penindakan harus ada surat perintah maupun laporan dari masyarakat.

“Setelah kami cari tahu bahwa empat oknum Polri itu berdinas di Bareskrim Polri dalam bidang Eksus yang membidangi uang palsu,” tegasnya.

Atas dasar tersebut pihaknya sebagai kuasa hukum korban akan membuat laporan resmi terkait penyekapan dan penganiayaan.

“Kami buat laporan resmi terkait kasus ini yang mengakibatkan korban mengalami kerugian imateril berupa penyekapan dan penganiayaannya,” paparnya. (Kris/Cep’s)