Ekowisata Mangrove di Kota Cirebon Akan Terwujud

0
277

KOTA CIREBON.- Ekowisata mangrove segera dibuat di Kota Cirebon. Masyarakat diharapkan ikut serta menjaga ekosistem mangrove yang sudah ada di sepanjang pantai Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai melakukan Penanaman Bibit Mangrove Dalam Rangka Memperingati Hari Mengrove Sedunia,  di selatan Pelabuhan Perikanan, Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jum’at (26/7).

“Kita saat ini baru memiliki sekitar 9 hektar lahan yang tertanam mangrove,” ungkap Eti. Kondisi mangrove di lahan seluas 9 hektar tersebut saat ini dalam kondisi yang bagus. Jumlah tersebut menurut Eti, masih kurang. Karena Kota Cirebon memiliki panjang pantai hingga 7 km.

Eti berkeinginan sepanjang pantai Kota Cirebon dipenuhi dengan tanaman mangrove. “Karena selain bermanfaat untuk ekosistem, tanaman mangrove juga bisa dikembangkan untuk pemanfaatan lainnya,” ungkap Eti. Karena itu, Eti menyambut baik keinginan dari Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan untuk membuat kawasan Ekowisata di areal Kejawanan. Pemda Kota Cirebon menurut Eti akan berupaya untuk membantu, khususnya dari segi aturannya. “Kalau memang dibutuhkan Detail Engineering Design (DED), kita juga akan bantu,” ungkap Eti.

Dengan adanya ekowisata mangrove nanti, Eti berharap bisa menarik kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon. Namun Eti juga berpesan, agar masyarakat, khususnya yang ada di sepanjang pesisir Kota Cirebon, untuk bisa bersama-sama menjaga keberadaan hutan mangrove. “Mari kita jaga bersama-sama untuk kelangsungan hidup kita semua,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala PPN Kejawanan, Imas Masriah, S.Pi., mengungkapkan jika mereka memiliki sejumlah area. Ada area existing yang luasnya 19 hektar, area pengembangan bagian barat yang luasnya 30 hektar dan area pengembangan di bagian timur yang luasnya mencapai 25 hektar. “Nah untuk untuk area existing dimana mangrove ditanam saat ini berdasarkan masterplan 2009 menjadi kawasan pengembangan kolam pelabuhan kedua,” ungkap Imas.

Namun seiring dengan berkembangnya waktu dan kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan ekonomi masyarakat, mereka akan mereview masterplan tersebut dan akan membuatnya menjadi kawasan ekowisata di Kota Cirebon. “Karena kita disini sebenarnya sudah memiliki potensi wisata,” ungkap Imas.

Sekalipun potensinya terkait dengan mitos, namun cukup banyak warga yang datang ke pantai Kejawanan, khususnya di hari-hari libur. “Selama 5 hari libur lebaran, ada 37 ribu pengunjung, 6 ribu motor dan 2 ribu mobil yang berkunjung kesini,” ungkap Imas. Potensi ini yang akan dimanfaatkan untuk bisa menarik lebih banyak lagi kunjungan wisata ke Kejawanan dengan keberadaan ekowisata mangrove.

Setelah DED jadi, ekowisata mangrove segera dibangun di lokasi tersebut. Ditargetkan DED tersebut sudah selesai pada 2020 sehingga pembangunan ekowisata bisa segera dimulai. “Kawasan ekowisata ditargetkan selesai 5 tahun,” ungkap Imas. Pembangunan itu pun dilakukan tanpa merusak lingkungan yang sudah ada saat ini. (Kris)