Eggi : Desak Ahok dan Presiden Jokowi turunkan Harga BBM

0
82

JAKARTA,- Seperti kita ketahui bersama bahwa Harga BBM di Indonesia itu mengacu kepada Harga minyak mentah dunia yang hari ini sedang terjun bebas, hampir semua negara khususnya di wilayah ASEAN sudah menurunkan harga BBM terutama Malaysia.

Harga BBM per liter di Malaysia ( harga BBM Malaysia): RON 97: RM 1,55 atau Rp 5.507 (kurs Rp 3.553) RON 95: RM 1,25 atau Rp 4.441. Diesel: RM 1,43 atau Rp 5.080. pertanggal 21 April 2020.

Pertanyaan seriusnya, adalah mengapa dan kenapa Pertamina belum juga menurunkan harga BBM ditengah kesulitan rakyat menghadapi wabah Covid 19, Coba itu Komisaris Utama Pertamina AHOK..? mana terobosan saudara terkait masalah harga BBM yang belum diturunkan harganya..?, kalo mau reformasi Pertamina, sekarang saatnya dengan menurunkan harga BBM secara signifikan untuk jenis Solar, Premium dan Pertalite seperti di Malaysia.

Kalo harga BBM di Indonesia tidak turun seperti di Malaysia maka patut diduga ini terjadi permainan harga dari para mafia-mafia BBM di Pertamina dengan menggunakan dan memanfaatkan aji mumpung harga minyak dunia yang lagi turun untuk mengeruk keuntunngan yang sebesar-besarnya dari rakyat indonesia.

Terus Ahok yang mau reformasi Pertamina kumaha..? Ulah cicing wae cek sunda mah, kata Bang Eggi Sudjana

Berdasarkan data dari Kadin Total Pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan itu, saat ini hampir 15 jt Pekerja seluruh Indonesia terutama di sektor garment, tekstil, perhotelan, Pariwisata, Transportasi, Jasa, Industri Komponen otomotif dan elektronik dan lain sebagainya belum lagi para PKL, Pedagang asongan dan pedagang kecil lainnya. Diperkirakan melibatkan total sekitar 170 jt jiwa rakyat Indonesia yang sedang mengalami degradasi ekonomi saat ini karena kesulitan mencari uang dan pendapatan.

Anda bisa bayangkan jika 170 juta rakyat Indonesia ini marah kepada pemerintah karena kelaparan dan tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi karena dibebani harga BBM yang masih tinggi sementara diseluruh dunia sedang turun harga BBM, siapa yang mampu menahan..??

Dalam kondisi Pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Banten serta beberapa wilayah lainnya di Indonesia telah memberikan dampak serius terhadap perekonomian rakyat di seluruh Indonesia bahkan pergerakan produksi barang dan jasa makin hari makin melemah, dibuktikan dengan semakin meningkatnya Jumlah tingkat Kemiskinan akibat Pekerja di PHK, dirumahkan dan pemotongan upah bahkan THR pun tidak dibayarkan atau dicicil sampai 10 kali kayak beli Panci di tukang kredit, hal inilah menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat semakin hari semakin menurun dan itu berkorelasi dengan sektor-sektor formal dan nonformal lainnya mengakibatkan Kelompok Masyarakat menengah turun menjadi miskin dan yang sudah miskin sebelum wabah Covid 19 akan bertambah miskin, harusnya para ulama dan pemuka agama lainnya sebagai penjaga moral bangsa Indonesia jangan diam saja melihat kondisi ekonomi rakyat yang sudah semakin memprihatinkan hari ini, ulah cicing wae cek sunda mah, Jelas Bang Eggi Sudjana Ketua Dewan Pendiri PPMI menutup pembicaraan dengan Tim PPMI Media Center. (Rils/Red)