Edi Suhaedi Al Paul : Aspirasi Warga Harus Menjadi Perhatian Utama

0
76

KOTA SUKABUMI, – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019 mendatang, berbagai persiapan yang tengah dilakukan oleh Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kota Sukabumi terus digencarkan untuk memperoleh dukungan dari warga masyarakat.

Salah satu yang nampak terlihat yaitu dengan terus dilakukannya konsolidasi internal hingga eksternal.

Demikian dikatakan salah seorang Bacaleg dari Partai Demikrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Sukabumi, Edi Suhaedi Al Paul, ia mengatakan bahwa disituasi yang kritis ini, berbagai kendala dalam memperjuangkan apirasi rakyat yang menjadi topik utama di tengah warga masyarakat patut menjadi perhatian khusus bagi para kandidat atau bacaleg.

“Salah satu peran seorang legislator itu adalah bagaimana kemudian mereka bisa memperjuangkan aspirasi warga masyarakat, sementara the fakto yang terjadi saat ini, ada saja kendala dalam memperjuangkan aspirasi tersebut sehingga tidak mudah untuk direalisasikan,” kata Edi Suhaedi Al Paul saat di konfirmasi via selulernya Kamis (5/4).

Pertanyaan yang muncul ialah apakah aspirasi yang disuarakan oleh warga masyarakat tersebut di tampung disampaikan dan diperjuangkan oleh para Anggota Dewan tersebut? Pasalnya, yang terasa sampai saat ini oleh warga masyarakat adalah, tidak adanya realisasi atas aspirasi yang diinginkannya itu. “Ini patut dipertanyakan jangan sampai ini berdampak pada Partai Politik sebagai fasilitas pengusung para Anggota Dewan tersebut, pasalnya secara politik jelas ini akan sangat berpengaruh dan berdampak miring terhadap kelembagaan partai maupun lembaga legislatifnya itu sendiri,” tegasnya.

Oleh karena itu Edi Suhaedi Al Paul yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi berharap agar kedepan semua yang berkaitan dengan aspirasi warga masyarakat itu harus benar benar dapat diperjuangkan, dan dipastikan mendapatkan titik terang dari hasil sebuah perjuangan tersebut dalam menggiring aspirasi warga masyarakat ke ranah sistem pemerintahan.

“Sebetulnya yang jadi kendala itu apa, dan kenapa aspirasi warga itu terkesan dikesampingkan? Apakah karena libi politik di komisi atau di fraksi kemudian tidak menghasilkan sebuah kesepakatan dan akhirnya rakyat dikorbankan, atau justru bisa saja aspirasi warga itu tidak disampaikan di parlemen mengingat terjadinya negosiasi legislatif dan eksekutif dengan alasan tidak ada kerangka anggaran, ini sangat miris.” Ungkap Paul.

Apapun penjelasannya, ia berharap setiap aspirasi yang masuk ke meja legislatif itu patut di perjuangkan dan direalisasikan, terlepas dengan jangka waktu atau dukungan anggaran yang relatif. “Saya berharap agar kedepan persoalan aspirasi warga masyarakat ini jangan kemudian kembali menjadi konsumsi publik yang miring miring, karema jelas ini akan menimbulkan ketidak percayaan lagi dari rakyat terhadap wakilnya di dewan, jelas ini akan sangat merugikan legislator dan partai politik sebagai pengusung,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang Angggota DPRD Kota Sukabumi fraksi PPP, Hermansyah menjelaskan, setiap aspirasi yang masuk ke dewan tersebut, diklaimnya sudah barang tentu menjadi perhatian legislator. “Kami selalu menyampaikan dan mengawal aspirasi warga tersebut hingga dipastikan dapat ter realisasikan,” Jelas Herman.

Ia menambahkan, terlepas pada akhirnya dapat direalisasikan dalam kurun waktu cepat atau bahkan tersendat, itu bukan lagi menjadi persoalan legislator, karena pada dasarnya kita hanya sebatas menyampaikan kemudian membahas dan menyerahkan terhadap eksekutif. “Yang terpenting adalah, bagaimana aspirasi tersebut dapat diterima dan disepakati bersama karena ini lembaga kolektif kolegial artinya garis mendapatkan kesepakatan dulu di komisi dan fraksi baru masuk ke pembahasan antara legislatif dan eksekutif, disitu nanti akan terlihat adanya perkembangan apakah goal atau tidak,” imbuhnya.(Eko)


Komentar Anda?