Dusun Persak Dan Dusun Sungai Baung Masih Terendam Air

0
749

BENGKAYANG.- Derasnya curah hujan pemukiman warga di Dusun Persak dan Dusun Sungai Baung Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, sampai saat ini masih terendam air, Ahad (12/7/20).

Kondisi ini, di sebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak bisa menampung derasnya curah hujan. Hingga dengan cepat nya DAS meluap masuk di permukiman warga.

Kades Desa Sungai Raya Darmadi.SH mengatakan, bahwa sudah tiga hari banjir ini melanda dusun persak dan dusun sungai baung.

“Dengan koordinasi yang baik atas nama Pemerintah Desa saya lansung turun bersama staf, Kasus, Rt dan Sekretaris Desa untuk melihat kondisi warga yang tedampak banjir ini,” katanya.

Melihat pasca banjir kali ini merata di dua dusun ketinggian air mencapai satu setengah meter hingga air masuk di rumah warga.

Lebih jauh Darmadi mengatakan, parahnya pasca banjir kali ini, pihaknya sudah menyampaikan kepada Camat Sungai Raya Kepulauan untuk diteruskan ke Pemda Bengkayang agar lebih cepat penanganannya.

Khusus pertanian dan perkebunan ia melihat sangat sangat prihatin pada hasil nya nanti, sedangkan persawahan padi dan perkebunan cabe, karet, sawit dan palawija lainya semuanya masih terendam air.

“Dilihat dilapangan, pertanian dan perkebunan milik warga yang terendam air banjir saat ini akan terjadi puso alias gagal panen,” terangnya.

Sementara itu, jumlah yang terdampak pasca banjir dusun persak 4 RT 287 Kepala Keluarga (KK) sedangkan dusun sungai baung 5 RT 384 Kepala Kelurga (KK),” imbuh kades dua priode.

Ia berharap, kepada pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera tanggap bencana dalam dampak pasca banjir ini dan tidak cukup BPBD saja tapi, termasuk Dinas Pertanian, Lingkungan Hidup.

Endan Susila (30) warga RT.01 RW 07 Dusun Persak mengatakan, banjir yang datang tiba-tiba membuatnya bingung.

“Kami sangat bingung tiba tiba air banjir datang begitu cepat masuk kerumah,” katanya

Akibat banjir melanda rumah dan sawah Ibu Endan terendam air tentunya berpengaruh dengan hasil panen yang akan datang,”saya perkirakan hasil panen tahun ini tidak dapat untuk menutupi kebutuhan hidup kami.Apalagi aktifitas kami saat ini tidak ada,”jelas Endan pada Inapos.com

“Jika air banjir terus merendam persawahan kami sekarang ini tentunya,pastinya tahun ini kami gagal panen,”tutur Ibu Endan

Salah seorang warga dusun persak Sabli mejelaskan,Adanya banjir kali ini aktipitas pertanian dan perkebunan lupuh total.Apalagi banjir kali ini merendam persawahan masyarakat dusun persak,”tentunya sangat berpengaruh dalam pertumbuhan padi itu sendiri dan aktifitas¬† warga dusun persak terhenti total”jelas nya.

Ada dugaan dibukanya Daerah Aliran Sungai(DAS) hulu oleh perkebunan sawit PT. PATIWARE penyebab itu dusun persak terendam air.

Seharusnya DAS hilir harus dibuka seperti DAS hulu,”DAS hilir harus disesuaikan agar mampu menampung lebatnya curahan hujan dan nantinya aliran air lancar hulu hilir,” pungkas Sabli. (Yulizar)