Dunia Sepak Bola Kota Singkawang Mati Suri

0
148

SINGKAWANG.- Salah satu faktor kemerosotan prestasi persepakbolaan Kota Singkawang beberapa tahun terakhir dikarenakan tidak berlangsungnya kompetisi sepak bola antar club di Kota Singkawang.

“Tanpa kompetisi pemain sepak bola yang terhimpun dalam club – club sepak bola seakan kehilangan rohnya sehingga pengurus PSSI Kota Singkawang bertanggung jawab untum mengembalikan roh hidupnya persepakbolaan di Kota Singkawang,” ujar Muhammad Abdurrahman insan pencinta olah raga sepak bola sekaligus politisi muda di Kota Singkawang kepada inapos.com, Sabtu (6/3/21).

Menurutnya, harapan hidupnya persepakbolaan di Kota Singkawang semakin meredup pasca mundurnya  Hermanto alias Afung selaku Ketua PSSI Kota Singkawang.

Masih kata dia, sesuai dengan mekanisme yang berlaku di PSSI pasca mundurnya Hermanto alias Afung semestinya Plt Ketua yang ditunjuk sesegera mungkin untuk melaksanakan kongres dalam rangka pemilihan ketua yang baru. Namun hingga saat ini hal itu juga belum dilaksankan.

Pertanyaanya, bagaimana PSSI Kota Singkawang bisa mengembalikan roh hidup sepak bola sementara PSSI sendiri mati suri.

“Dengan kondisi seperti ini saran saya kepada anggota Askot PSSI Kota Singkawang segera megambil sikap untuk mendorong Kongres Luar Biasa (KLB). Menurut hemat saya ini meski dilakukan demi masa depan pemain, club dan dunia sepak bola di Kota Singkawang. Karena KLB itu juga diatur dalam pasal 30 statuta PSSI,” jelasnya.

Dan apabila kongres nantinya berlangsung, sambung dia, dirinya siap untuk ikut berkompetisi secara sehat maju sebagai calon Ketua PSSI Kota Singkawang.

“Hal ini bukan semata – mata keinginan saya tapi juga merupakan desakan dari beberapa voter atau club sepak bola yang tergabung dalam PSSI,” pungkas Rahman sosok pengusaha muda yang saat ini juga namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota tahun 2024. (Hendra)