Duka AHM-RIVAI Menunggu Putusan MK

0
531

TERNATE, Duka nestapa siap menanti salah pasangan calon (Paslon) Gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) yakni Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai) setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan hasil Perhitungan Suara Ulang (PSU) yang telah selesai dihelat di tanggal 17 Oktober.

Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Malut sudah melakukan pleno rekapitulasi hasil PSU tertanggal 21/10/2018 kemarin, akan tetapi KPU Malut belum menentukan siapa yang menang dan siapa yang kala di Pilgub Malut 2018.

Hanya saja hasilnya akan diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menentukan secara resmi siapa yang menang dan siapa yang kalah di Pilgub Malut.

Kuasa Hukum AGK – Ya kepada Fadli Tuanane saat dikonfirmasi media ini melalui via handphone Rabu (24/10/2018) mengatakan dengan sungguh meyakinkan bahwa MK akan memutuskan Abdul Gani Kasuba dan Ali Yasin Ali (AGK-YA) keluar sebagai Gubernur dan wakil gubernur Malut.

“Sekarang MK akan melakukan sidang lanjutan hasil pelaporan PSU bukan lagi ajang pembuktian pemeriksaan saksi ulang sebagai pelanggaran yang terjadi di PSU, sebab ini sudah terlewati terkait dengan sengketa Pemilukada, ” ungkapnya.

Ketika disentil soal pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh AGK terkait dengan Money Politik dilokasi PSU yang sempat viral di media sosial, dirinya dengan tegas membantah tudingan tersebut bahwa Ustad Gani merupakan salah satu Paslon Gubernur yang memberikan santunan kepada masyarakat yang memang dalam kondisi sakit dan ini dilakukan setelah pencoblosan bahkan didampingi langsung oleh Kabinda, Kapolda Malut, Bawaslu serta Panwas.

Menurutnya, kalaupun tim AHM-Rivai mau melaporkan pelanggaran ini ke Bawaslu Ri bahkan MK, maka selaku kuasa hukum AGK YA juga akan melaporkan balik soal penyebaran berita kebohongan yang dilakukan oleh tim AHM-Rivai.

” Kalau cerita money politik mereka juga melakulan pelanggaran padahal tidak diperintahkan melakukan kampanye menjelang PSU tetapi Rivai Umar pun turun ke areal PSU sebelum pelaksanaan PSU. Kami mempunyai bukti yang kuat untuk melaporkan siapa yang memviralkan foto tersebut atau berita bohong,” ujar Fadli.

Dirinya meminta agar tim AHM Rivai tidak lagi memviralkan foto atau berita bohong AGK yang diduga melakukan money politik karena dirinya tidak segan-segan melaporkan siapa yang menyebarkan berita bohong ke Polda Malut sebgai bentuk tindak pidana undang- undang IT

” Saya mau sampaikan stop memviralkan foto tersebut karena saya akan melaporkan ke Polda Malut sebagai tindak pidana baik itu penyebaran berita bohong maupun undang-undang IT, ” tegasnya.

Lanjut dia, Sekali lagi MK itu hanya menerima laporan hasil PSU jadi tidak ada yang perlu dipolemikkan lagi sebab proses ini telah berakhir dan dimenangkan oleh Abdul Gani Kasuba sebagai Gubernur Malut dan M Ali Yasin sebagai wakil gubernur hanya saja tinggal menunggu putusan MK. (min)