Dugaan Tuduhan TPPO, Tidak Mendasar

0
146

INAPOS, – Kasus Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terus mendapat respon dan kini datang dari salah satu staff Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baghdad.

Amirullah Kandu, staff KBRI Baghdad yang mengetahui persoalan yang sedang menimpa NB (Sponsor yang diadukan), kepada Inapos, Minggu (5/4/2020) menyampaikan bahwa dugaan yang diadukan oleh Tarmin salah sasaran.

“Saya menanggapi persoalan ini atas nama pribadi sebagai orang yang bekerja di KBRI. Saya ingin menyikapi terkait tuduhan TPPO yang manjadi dasar tuduhan. Jika mengacu Undang-undang No. 21 Tahun 2007 ada tiga hal sebagai poin utama yaitu Proses, Cara dan Eksploitasi yang intinya dalam TPPO ini adanya Pemerasan, Paksaan dengan menggunakan penyiksaan. Nah dalam hal NB ini, berdasarkan informasi yang saya dapat dan disesuaikan dengan fakta-fakta dilapangan sangat bertolak belakang dengan persoalan yang diadukan oleh suami Rohayani. Menurut saya ada motif lain dalam persoalan ini,” papar Amirullah yang merupakan staff Protkon (Protokoler dan Konsuler) KBRI Baghdad yang mempunyai tugas menangani WNI yang bermasalah.

Masih menurut Amirullah, informasi yang diterima oleh dirinya terkait adanya penyiksaan dan gajih yang tidak diberikan oleh majikan namun berdasarkan SOP KBRI soal pendataan dilapangan hal tersebut tidak ada.

Saat ditanyakan apakah dari dasar-dasar yang ada NB tidak dapat dikenakan TPPO, Amirullah menjawab bahwa itu perlu penyelidikan lebih dalam.

“Dalam kasus ini, tidak ada pemerasan, tidak ada penyekapan dan saya diberi bukti bahwa Suami Rohayani (Pelapor) serta keluarganya ikut bertandatangan atas keberangkatan Rohayani ini. Sementara, salah satu unsur TPPO itu keberangkatan TKW yang tidak diketahui pihak keluarga. Soal gajih pun lancar, saya diberi bukti transfer oleh agen di luar negeri kepada suami Rohayani. Dari bukti-bukti yang saya miliki, yang bersangkutan (Pelapor) ini diduga telah memberikan keterangan palsu dengan tujuan dugaan pemerasan kepada NB,” tegas Amirullah.

Amirullah menuturkan pula, pihak KBRI juga telah menindak sponsor-sponsor nakal dan empat sponsor telah dilaporkan ke Mabes Polri oleh KBRI.

“NB merupakan sponsor yang kooperatif, mau membiayai secara pribadi segala keperluan TKW yang hendak pulang sebelum waktunya. Padahal hampir semua sponsor tidak melakukan itu. Saya menyarankan agar NB melaporkan kembali bahwa Rohayani dan Suaminya mengadukan keterangan palsu,” tutup Amirullah. (Cep’s)