Dugaan Penggelapan Tanah di Pebayuran, Mantan Camat Nabrih : Penjual Hanya Bawa SPPT

0
856

BEKASI.- Dugaan penggelapan tanah yang dilakukan Saepuloh Kepala SMAN 1 Cibarusah kini masuki babak baru. Pasalnya Anak Almarhum Wastiri, Nana Ruhyana mempertanyakan keabsahan Akta Jual Beli (AJB) tanah No.466/2018 yang dikeluarkan oleh Camat Pebayuran, M. Nabrih Binin Saend sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) pada tahun 2018.

Sebab pihaknya hingga kini masih memiliki Surat Sertifikat Hak Milik Tanah atas nama almarhum ayahnya yakni Wastiri. Tanah tersebut berlokasi di Kampung Teluk Haur, Desa Karang Haur, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

“Bagaimana bisa tanah orang tua saya dijual dan terbit AJB. Padahal saya masih memegang sertifikat tanahnya,” ucap Nana kepada Inapos.com belum lama ini.

Sementara itu, mantan Camat Pebayuran, M. Nabrih Binin Saend ketika dikonfirmasi mengaku tidak begitu mengingat proses penerbitan AJB No.466/2018 tersebut.

“Kayaknya hanya melampirkan SPPT, karena kalau sertifikat harus dicek ke BPN,” ungkap M. Nabrih yang saat ini bertugas di Inspektorat Kabupaten Bekasi.

 

Baca Juga : https://inapos.com/diduga-gelapkan-tanah-kepala-sman-1-cibarusah-dipolisikan/

 

 

Kendati demikian, Camat Pebayuran pada tahun 2018 ini menyarankan apabila ingin mengetahui kelengkapan berkas yang diajukan untuk penerbitan AJB tersebut agar menanyakan kepada Staf PPAT Kecamatan Pebayuran pada masa itu, yakni Uu.

“Coba dilihat ke Pak Uu karena sudah lama jadi tanya ke Uu, karena ada semua arsipnya,” katanya.

Terpisah, Staf PPAT Kecamatan Pebayuran, Uu mengatakan bahwa berkas persyaratan pembuatan Akta Jual Beli (AJB) tanah tersebut dibawa oleh pegawai Desa Karang Haur, Syahroni dan disampaikan langsung kepada Camat.

Menurut Uu, seharusnya berkas persyaratan itu disampaikan ke dirinya dulu sebelum ke Camat. Hal ini karena apabila atas haknya adalah sertifikat hak milik, maka harus dicek dulu keabsahannya ke BPN Kabupaten Bekasi.

“Saat itu Syahroni tidak membawa Sertifikat Hak Milik Asli, melainkan hanya membawa SPPT PBB,” tandasnya. (Fery)