Dugaan Buku Nikah Aspal Bunda Isun, Mulai Bergulir di PTUN Bandung

0
163

KABUPATEN CIREBON.- Kasus dugaan buku nikah Asli Tapi Palsu (Aspal) yang dijadikan salah satu objek gugatan perceraian oleh Fifi Sofiah atau Bunda Isun terhadap IE di Pengadilan Agama Sumber, Kabupaten Cirebon mulai bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Hari ini, Kamis (12/11/20) sidang perdana tersebut dihadiri IL Istri sah IE sebagai penggugat dan KUA Mundu yang diwakili kuasa hukumnya sebagai tergugat.

IL melalui kuasa hukumnya DR. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, (Ph.D) mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi sidang perdana pada Kamis (12/11/20). Pasalnya seluruh dokumen seperti surat kuasa, materi gugatan telah diterima oleh majelis hakim PTUN Bandung.

“Saya sebagai kuasa hukum ibu IL akan menguji keaslian dan keabsahan buku nikah yang di keluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Mundu yang dipakai sebagai objek untuk mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Sumber oleh Fifi,” kata Razman usai sidang berlangsung.

 

Dalam sidang tersebut, lanjut Razman, KUA Mundu yang diwakili oleh dua kuasa hukumnya ternyata tidak membawa dokumen asli buku nikah yang menjadi objek pelaporan di PTUN Bandung.

“Kalau tadi, kuasa hukum KUA Mundu membawa dokumen asli buku nikah yang kami laporkan di PTUN maka sidang hari ini tidak sampai setengah jam akan selesai. Dengan demikian putusan hakim bhw sidang berikutnya akan masuk pada pembacaan gugatan yang dilakukan pihak kami,” terangnya.

Menurut Razman, pihaknya melihat proses jalannya sidang di Pengadilan Agama Sumber dan PTUN Bandung, semakin hari semakin membuka apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya melihat semakin hari di Pengadilan Agama dan PTUN semakin membuka tabir kebenaran. Tadi kuasa hukum KUA Mundu tidak bisa memastikan yang mana buku nikah yang sah. Sehingga dia minta waktu kepada hakim untuk mengkroscek terlebih dahulu, karena kita menghadirkan tiga buku nikah,” jelasnya.

Oleh karena kuasa hukum KUA Mundu tidak bisa memastikan buku nikah yang sah dari ketiga buku nikah yang di jadikan objek pelaporan membuat majelis hakim berkeinginan untuk datang ke KUA Mundu, guna memastikan buku nikah yang sah.

“Majelis hakim, sampai berniat datang ke KUA Mundu, tetapi kita jelaskan sebelum melakukan gugatan PTUN ini kami telah berkirim surat secara resmi ke KUA Mundu dan jawabannya sudah kami serahkan ke majelis hakim,” jelasnya.

Razman menduga, pada tahun 2003 mantan Ketua Mundu yang menikahkan Bunda Isun dengan IE, terjadi konspirasi atau kerjasama dalam hal pemalsuan dokumen buku nikah.

“Perlu di ketahui tahun 2003 lalu yang menikahkan itu diduga mantan Kepala KUA Mundu, maka kita patut menduga jg bahwa ada konspirasi atau kerjasama dalam hal pemalsuan. Oleh karena itu, kami minta majelis hakim untuk memanggil pihak KUA Mundu dan mantan Kepala KUA Mundu tahun 2003 begitu juga dengan pihak Bunda Isun selaku tergugat intervensi,” urainya.

Melihat jalannya proses sidang di PTUN Bandung, Razman meyakini, sidang di PTUN Bandung akan di menangkan oleh pihaknya.

“Keyakinan kami dengan proses PTUN yang begitu cepat kami yakin akan dimenangkan. Artinya, dibatalkan buku nikah itu, maka dengan demikian gugatan di Pengadilan Agama Sumber batal demi hukum,” lanjutnya.

Razman mengingatkan, walaupun di Pengadilan Agama Sumber mengabulkan gugatan Fifi atau Bunda Isun. Sementara, di PTUN Bandung ternyata dibatalkan maka buku nikah tersebut palsu dan artinya ada putusan yang kontra produktif.

Selain itu, Razman juga menyinggung Bunda Isun yang diduga pernah mengatakan kepada pengacaranya bahwa dia memiliki banyak harta bersama Pak IE adalah pernyataan yg keliru dan terkesan dipaksakan.

“Harta yang mana? orang pernikahan saja siri, apalagi harta – harta semua atas nama bu IL”, tegas Razman.

Oleh karena itu, kata Razman, akibatnya, IL menjadi murka, dan akan mengambil semua aset seperti lahan dan bangunan yang berlokasi di daerah Cideng, seluas 3000 meter persegi. Meskipun begitu, rumah yang ditempati Bunda Isun tidak akan di ganggu gugat.

“Rumah Cideng yang tadinya tidak diganggu dalam pengertian dikembalikan kepada yang berhaknya. Rumah yang ditempatinya tidak akan diganggu, kita masih manusiawi, tetapi tanah yang 3000 meter plus bangunan yang ada didepan akan diambil alih oleh ibu IL karena atasnama bu IL, bukan Pk IE,” pungkasnya. (Kris)