Dua Jenderal (Purn) Di Kabinet Jokowi Terkesan Berseteru

0
47

Oleh : M.Yuntri, 1 Agt 2021. Penulis adalah Pengamat politik & hukum

Yang selama ini banyak netizen yang mengibaratkan merasa tidak begitu nyaman pendengaran di telinga nya tentang bunyi tim musik orkestra yang dipimpin presiden Jokowi. Setiap menteri kadang terkesan tidak saling mendukung dengan visi presiden sendiri.

Bahkan ada kabar burung, selesai rapat kabinet yang dipimpin langsung Presiden Jokowi para anggota kabinet bingung siapa yang berhak menjadi juru bicara secara resmi atas masalah yang telah dibahas tadi untuk menyampaikan pesan-pesan Presiden dari hasil rapat kabinet tersebut.

Sehingga masing-masing Menteri punya versinya sendiri-sendiri yang kadang-kadang ada yang terasa kurang Logic di mata rakyat dan menjadi bahan lelucon di tengah masyarakat.

Jenderal yang satu Luhut Binsar Panjaitan (LBP) seolah begitu lengketnya dengan China, semua TKA China begitu bebas masuk Indonesia tanpa karantina saat kedatangan di bandara dengan alasan investasi China jangan dihambat kalau tidak mereka bisa hengkang dari Indonesia

Sedangkan disaat yang sama perlakuan untuk WNI begitu berbedanya dan banyak kesulitan di bandara, sehingga banyak netizen yang bertanya, beliau ini Dubes China untuk Indonesia atau pejabat tinggi Indonesia? Tapi hampir selalu tampil mewakili pemerintah untuk hal-hal yang penting & urgen di depan TV.

Jendral yang lain nya Prabowo Subianto (PS) seolah menerapkan “politik bebas aktif” Indonesia di kancah Internasional tidak memihak kepada Barat ataupun Timur.

Dengan adanya “Latihan perang-perangan” yang sedang berlangsung persiapannya saat ini di Palembang dan 3 pulau lainnya, dan adanya berbagai agenda lainnya sebagaimana yang disampaikan John Bidden presiden USA “seolah Indonesia terancam”.

Kondisi tersebut jelas sangat memecah konsentrasi keakraban Indonesia-China yang selama ini dirintis kabinet Jokowi.

Konon Kabarnya Amerika telah mendeteksi banyak rahasia busuk tentang bom nuklir yang ditanam China di Jakarta Utara, terancamnya eksistensi pangkalan militer China yang ada di pulau Natuna, rencana China menggunakan vaksin untuk menekan pemerintahan Indonesia dll.

Siapakah yang keluar jadi pemenangnya? LPB kah atau PS kah ?

Sementara presiden Jokowi sendiri masih sibuk sidak ke apotek dan menyerahkan bansos malam-malam langsung ke masyarakat yang sama sekali belum/tidak bersikap harus memihak kepada salah satu jenderal purn tersebut.

Toh kedua-duanya adalah para pembantu beliau sendiri.
Kapabilitas dan kepemimpinan beliau sangat diuji untuk bersikap & bertindak cepat. Rakyat maupun masyarakat sedang menunggu apa yang bakal terjadi dengan Indonesia.

Jenderal yang satu adalah mantan pesaing di Pilpres tahun 2019, dan jenderal yang satu lagi adalah konco dekat sejak awal Pilpres 2014 lalu.

Terus dari kejadian di atas rakyat yang cerdas harus memilih opsi yang mana?

Cukup tutup mulut dan menonton saja atau memihak kepada salah satu jenderal purn yang sedang menjalankan tugasnya tersebut?

Atau punya agenda lain yang masih disembunyikan?
Walahualam bissawab. Mari kita tunggu jawabannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here