Dr. Ikhsan : Saya Merasa Disayat Sembilu Atas Sikap YCS

0
326

Inapos, Jakarta.- DR. Ikhsan Abdullah, SH.MH., salah satu Kader Nahdlatul Ulama (NU) dan Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, mengkritik atas kunjungan Yahya Cholil Staquf (YCS).

Ia menilai, apapun dalilnya dalam konteks hubungan Internasional, kehadiran Yahya Cholil Staquf dapat diartikan sebagai bentuk Legitimasi dan Recognize masyarakat dan Ulama Indonesia terhadap kejahatan Israel, karena Nahdlatul Ulama adalah Organisasi Sosial Keagamaan Islam terbesar di Indonesia dan memiliki perwakilan diberbagai negara dan jamaahnya berpuluh juta. Kehadiran YCS di forum Yahudi itu tidak sejalan dengan Politik Luar Negeri RI, yang menentang keras pendudukan dan kejahatan Israel kepada rakyat Palestina.

“Sebagai Bangsa yang beradab dan telah menempatkan Pancasila sebagai cara pandang hidup Bangsa (Way of Life) sila ke 2 Pancasila sudah jelas ‘Kemanusiaan yang adil dan Beradab’ dan mengambil garis politik Luar Negeri yang bebas aktif. Bagaimana Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi mengutuk keras tindakan kebiadaban Israel atas pembantaian rakyat dan anak- anak Palestina yang tidak berdosa,” Tegas Ikhsan dalam keterangan persnya, Rabu (13/06/18).

Memori masyarakat ini perlu disegarkan kembali bagaimana kita sebagai Bangsa Indonesia berhutang budi kepada rakyat dan Pemerintahan Palestina di pengasingan, pada tahun 1948 Palestina sebagai Negara Arab yang pertama kali merecognize (mengakui) Indonesia sebagai Negara Merdeka bersama dengan Mesir di saat Negara-negara Internasional menunggu dan tidak bersikap atas Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Pertanyaan besar dan perlu dijawab, sambung Dr. Ikhsan, “apakah bila YCS itu bukan pengurus PBNU dan bukan Chatib Syuriah dia juga diundang oleh zionis Israel si Yahudi yang biadab. PBNU harus bertanggung jawab, saya sebagai jamaah NU sangat tertusuk dan bak disayat sembilu,” jelas Kader NU. (Elwan)