DPR Meminta Polri Pulihkan Stabilitas Keamanan di Kabupaten Nduga, Papua

0
285

JAKARTA, INAPOS – Ketua DPR BambangĀ  Soesatyo (Bamsoet) mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Detasemen Khusus 88 (Densus 88), untuk fokus melakukan pemulihan stabilitas keamanan pada wilayah yang dinilai rawan terhadap konflik, guna menciptakan rasa aman di masyarakat.

Hal itu dikemukakan di Jakarta, Senin (18/2); terkait gangguan keamanan di Kabupaten Nduga, Papua; pasca serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap 28 pekerja PT. Istaka Karya 2 Desember 2018. Gangguan ini mengakibatkan penduduk mengungsi serta terhentinya kegiatan pendidikan di 12 distrik di Kabupaten Nduga pasca serangan hingga saat ini.

Ketua DPR juga mendorong Pemerintah agar meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk berkoordinasi dalam hal pelaksanaan tugas bersama untuk melakukan pengamanan dan pembersihan KKB. Mengingat hal tersebut dapat dilakukan atas persetujuan bersama antara Panglima TNI dan Kapolri, terlebih Indonesia akan menghadapi Pemilu dan Pilpres pada 17 April 2019.

Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk mengimbau masyarakat agar kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, dan mendorong Dinas Pendidikan Daerah untuk mengaktifkan kembali pendidikan, serta melengkapi fasilitas sekolah darurat yang memadai di 12 distrik di Kabupaten Nduga, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan;

Kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Bamsoet mengharapkan untuk mendukung upaya dari Pemerintah Pusat maupun TNI dan Polri dalam hal pengamanan dan pembersihan terhadap KKB, serta memberikan bantuan terhadap pengungsi terdampak konflik, antara lain berupa layanan pendidikan dan kesehatan. (HS)