Sumbar.- Polemik kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Barat (DPD Sumbar) Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA).

Arlan Dikusnata selaku Wasekjen yang dalam rapat plenonya ditugaskan membentuk DPD ASITA Sumbar, menjelaskan, Melalui putusan sidang pleno DPP ASITA (AH) pada tanggal 12 Juli 2021 saya selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP ASITA (AH) diberikan tugas oleh Ketua Umum bapak Artha Hanif (AH) sebagai perwakilan untuk membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Sumatera Barat,” ucap Arlan kepada Inapos.com, Selasa (21/9/2021).

Sejak diterbitkannya surat mandat Nomor 01/SM/DPP/ASITA/VII/2021 tertanggal 12 Juli 2021 untuk membentuk DPD ASITA (AH) hingga tanggal 17 Juli 2021, dirinya mengaku sudah melakukan komunikasi intensif, serta melakukan usaha persuasif dengan teman-teman anggota DPD ASITA Sumatera Barat baik secara organisasi maupun secara pribadi.

“Orang yang pertarna saya hubungi via telepon adalah Bapak Zuhrizul selaku penasehat DPD ASITA, dalam pembicaraan tersebut saya sampaikan maksud DPP ASITA untuk membentuk DPD ASITA di Sumatera Barat, secara pribadi saya mohon kesediaan beliau sebagai salah seorang penasehat di DPD ASITA bidang Pariwisata. Namun secara bijaksana beliau menolak dengan halus dan justru beliau memberi saran sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama teman-teman dengan harapan hanya ada satu DPD ASITA di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Pada tanggal 18 Juli 2021, lanjut Arlan, salah seorang pengurus DPD ASITA, Ketua Bidang Domestik, saudara Debi Amir menghubungi saya melalui telepon untuk dibantu kiranya dapat difasilitasi pertemuan secara daring via Zoom Meeting dengan DPP ASITA. Pada hari yang sama ternyata saudara Adrian, Wakil Ketua II DPD ASITA menghubungi langsung bapak Artha Hanif, Ketua Umum DPP ASITA dengan tujuan yang sama seperti yang disampaikan oleh saudara Debi Amir. Dari musyawarah via telepon tersebut akhirnya disepakati untuk melakukan pertemuan Zoom Meeting tanggal 23 Juli 2021. Pertemuan daring yang rencananya dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 23 Juli 2021 kemudian dijadwalkan ulang, pada hari Kamis tanggal 22 Juli 2021 jam 15.00 – 17.30 WIB.

“Perubahan jadwal tersebut terjadi dikarenakan permintaan dari teman-teman DPD ASITA. Saya dikonfirmasi oleh Ketua Umum DPP ASITA bapak Artha Hanif melalui telepon bahwa ada perubahan jadwal zoom meeting dan beliau menanyakan kepada saya sebagai perwakilan DPP ASITA, apakah saya punya waktu pada hari kamis tersebut. Lalu saya sampaikan kepada beliau Insya Allah saya siap mengikuti, walaupun pada hari itu saya sudah ada rencana keluar kota, tetapi demi ASITA yang jauh lebih penting, akhirnya rencana saya keluar kota saya tunda,” terang ia.

Dalam pertemuan daring tersebut, sambung Arlan, DPD ASITA Nunung Rusmiati (NR) diwakilkan oleh Nadirsya Bakri selaku Sekretaris, Emmi Said selaku Bendahara, Adrian selaku Wakil Ketua II, Resky Januar selaku Wakil Ketua III, Irwanto selaku Ketua Bidang Transportasi, Debi Amir selaku Ketua Bidang Domestik, Hanif selaku Ketua Bidang Out Bound, Afni Yenti selaku Wakil Bendahara, Jusnelia, dan Nursyamsi.

Sementara dari DPP ASITA (AH) dihadiri oleh Artha Hanif selaku Ketua Umum, Muhammad Rahmad selaku Sekretaris Jendral, Ophan Lamara selaku Wakil Ketua Umum dan saya sendiri selaku Wakil Sekretaris Jendral,” bebernya.

Selama dua setengah jam pertemuan daring tersebut DPP ASITA (AH) memaparkan dan menjelaskan mengenai legalitas dan runut terbentuknya DPP ASITA (AH) yang berlangsung dengan interkatif dan ditanggapi secara positif oleh teman-teman dari DPD ASITA (NR) dengan saudara Rezky Januar sebagai moderator.

Pada sesi pertama, pertanyaan diajukan oleh saudara Debi Amir, saudari Afni Yenti dan saudara Nadirsyah Bakri. Kemudian dilanjutkan sesi kedua pertanyaan yang diajukan oleh saudara Hanif, Emmi Said dan Adrian dan closing statemen oleh saudara Nadirsya Bakri yang menyampaikan bahwa teman-teman yang hadir sebanyak 12 orang dalam pertemuan daring tersebut telah memahami semua pemaparan yang disampaikan oleh bapak Muhammad Rahmad selaku Sekretaris Jenderal mengenai legalitas dan runut terbentuknya DPP ASITA (AH). Saudara Nadirsyah Bakri juga menyampaikan bahwa perlu koordinasi serta tindak lanjut dalam mensosialisasikan hasil pertemuan daring tersebut kepada teman-teman pengurus yang lain dan anggota DPD ASITA (NR) serta yang paling penting menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada ketua DPD ASITA (NR).

Sebelumnya DPP ASITA melalui Sekretaris Jenderal telah mengirimkan surat ke DPD ASITA (NR) mengenai legalitas ASITA (AH) dengan batas tenggat waktu untuk merespon surat tersebut sampai tanggal 02 Agustus 2021. Namun hingga tanggal 02 Agustus 2021 surat tersebut belum mendapat respon ataupun tanggapan DPD ASITA (NR),” terangnya.

Pada hari Selasa tanggal 03 Agustus 2021 saya mewakili DPP ASITA (AH) dan beberapa teman mewakili DPD ASITA (NR) diantaranya saudara Debi Amir, Adrian, Hanif, irwanto, Afni Yenti dan Elvis Kasmir salah seorang penasehat mengadakan pertemuan di Warping Cafe guna membahas surat dari DPP ASITA, dan dari hasil pertemuan tersebut disepakati untuk meminta waktu tambahan karena hal ini membutuhkan waktu untuk disampaikan dan dibicarakan kepada ketua DPD ASITA (NR).

Hari Rabu tanggal 04 Agustus 2021 jam 15.00 WIB saudara Darmawi selaku Ketua DPD ASITA (NR) menghubungi saya dan menyatakan bahwa kedudukan beliau sebagai Ketua DPD ASITA (NR) didukung penuh oleh semua anggota DPD ASITA. Kemudian dalam kesempatan itu saya juga menyampaikan mengenai legalitas ASITA dibawah kepemimpinan bapak Artha Hanif yang memiliki landasan organisasi bidang Pariwisata. Sekiranya hal tersebut dapat beliau pertimbangkan dan dimusyawarahkan dengan teman-teman pengurus dan anggota DPD ASITA (NR Red).

Hari Kamis tanggal 05 Agustus 2021 saudara Darmawi merilis sebuah video yang menyatakan tetap mendukung DPP ASITA (NR) yang dapat diartikan secara tidak langsung menolak permintaan bergabung dengan ASITA (AH).

Pada hari Jum’at tanggal 06 Agustus 2021 pukul 19.30 WIB saudara Adrian didampingi saudara Debi Amir dan Nadirsyah Bakri menelepon saya, menyampaikan bahwa Ketua DPD ASITA (NR) siap bergabung dengan ASITA (AH). Kabar baik tersebut saya sampaikan langsung kepada Ketua Umum DPP ASITA (AH) dan ditanggapi dengan sangat positif oleh beliau, artinya perjuangan teman-teman DPD ASITA (NR) dan DPP ASITA (AH) untuk satu ASITA dibawah legalitas ASITA (AH) dapat terwujud tanpa mengganti struktur pengurus.

Keesokan harinya, Sabtu tanggal 07 Agustus 2021 jam 11.00 WIB Saudara Nadirsyah Bakri secara pribadi datang ke kediaman saya, untuk menyampaikan permohonan maaf terkait Ketua DPD ASITA (NR), beliau berubah pikiran untuk bergabung dengan ASITA (AH), perihal ini kemudian saya sampaikan kepada bapak Arta Hanif selaku Ketua Umum DPP ASITA. “Pada pukul 21.30 WIB bapak Artha Hanif selaku Ketua Umum DPP ASITA menghubungi saya dan memberi informasi bahwa saudara Nadirsya Bakri selaku Sekretaris DPD ASITA (NR) telah menelepon beliau dan menyampaikan permohonan maafnya secara langsung berkenaan dengan perubahan keputusan dari Ketua DPD ASITA (NR) sehingga terkesan mengulur waktu terbentuknya DPD ASITA (AH).

Hari Minggu tanggal 08 Agustus 2021 Ketua DPD ASITA (NR) merilis berita melalui laman web ‚Äúriaumag.com” yang dimana berita tersebut isinya bernada diskriminatif dan tendensius kepada ASITA (AH), sehingga hal ini sekaligus membuat semua jajaran DPP ASITA (AH) mengambil sikap untuk segera membentuk DPD ASITA (AH). Karena sudah tidak ada lagi ruang komunikasi yang kondusif untuk bermusyawarah dan bermufakat dengan Ketua DPD ASITA (NR).

“Kemudian, Senin Tanggal 09 Agustus 2021 pukul 20.00 WIB melalui pertemuan daring via Zoom Meeting pengurus DPP ASITA (AH) sepakat memutuskan sesegera mungkin membentuk DPD ASITA (AH) dan saya diamanahkan untuk menysusun kepengurusan DPD ASITA (AH) agar dapat diterbitkan SK kepengurusannya,” tutupnya.