BerandaDaerahMalukuDKP Morotai Campuri Membeli Ikan Tuna Kembali Disoal

DKP Morotai Campuri Membeli Ikan Tuna Kembali Disoal

MOROTAI – Dinas kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pulau Morotai mencampuri pembelian ikan tuna dari koperasi nampaknya berbuntut panjang. Ini menyusul pedagang pembeli ikan tuna di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur (Mortim) juga kembali menyoal kebijakan DKP tersebut. Sebelumnya Ampera Morotai juga menyoal kebijakan DKP mencampuri pembelian ikan tuna dari koperasi nelayan itu.

 

Pembeli ikan tuna ini menuding pernyataan Kadis DKP), Suryani Antarani yang menyebut pembeli ikan tuna tidak memiliki dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) itu hanyalah alasan yang dibuat buat DKP agar mencampuri pembelian ikan tuna.

“Saya memiliki kelengkapan izin SIUP dan SITU, saya masi ingat betul waktu itu saya yang antar sendiri ke perikanan, bagian Kabid Penangkapan, dorang tolak alasannya belum lengkap, padahal sudah lengkap semua,”ucap Mirdad Lotar salah satu petugas pembeli ikan didampingi oleh Koordinator Forum Aspirasi Nelayan (Kafan) Kabupaten Morotai Sabiin Ashar, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, langkah penolakan pihak dinas Perikanan untuk tidak menerima dokumen atau izin SIUP dan SITU itu patut dipertanyakan karena semua persyaratan tentang usaha pembelian ikan di Sangowo lengkap. Namun faktanya DKP masi menolaknya. “Hika ada berita tentang tidak ada SIUP dan SITU itu tidak benar, karena memang dokumen itu ada dan patut dipertanyakan kenapa ditolak,”tanyanya.

Sementara, Koordinator Koordinator Forum Aspirasi Nelayan (Kafan), Kafan Sabiin Ashar lantas menuding bahwa penolakan terhadap dokumen izin SIUP dan SITU adalah bagian dari skenario dinas untuk tidak memberikan ruang kepada pengusaha ikan di lainnya membeli ikan Tuna.”kalau SIUP dan SITU ditolak, itu artinya sudah jelas adanya indikasi permainan DKP dengan pengusaha ikan lainnya, “kesalnya.

Upaya pembeli ikan tuna di Sangowo, kata dia, izinnya sudah jelas, tapi kenapa dinas DKP beralasan tidak miliki SIUP dan SITU, ini adanya indikasi Dinas DKP sengaja membuat gaduh terhadap pembeli ikan maupun nelayan.

Karena menggap persoalan ini adalah skenario Dinas DKP, dirinya berjanji akan mengkonsolidasikan semua kekuatan terutama para nelayan yang ada di Kabupaten Morotai untuk memboikot aktifitas perkantoran Dinas DKP.”kalau dipaksakan maka kami akan konsolidasi seluruh nelayan di morotai untuk boikot kantor bupati, ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak terhadap masyarakat.

Terpisah, Kadis DKP Suryani Antarani tetap besikukuh bahwa pengusaha pembeli ikan tuna di Sangowo tidak memiliki kelengkapan administrasi usaha pembelian ikan sehingga usahanya harus dihentikan. “Hingga saat ini pembeli ikan tuna di Sangowo tidak punya izin Siup dan Situ karena hingga kini tidak bisa dibuktikan, “singkatnya. (min)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments