Ditjen Kementerian ESDM Periksa 8 Kontainer Milik PT.CAL Bermuatan Ratusan Ton Mineral Ikutan “Gagal Kirim”

0
130

Inapost.com Pangkalpinang -Tim Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM didampingi Ditreskrimsus Polda Babel , Bea dan Cukai, Scufindo, KSOP dan IPC Pangkalbalam hari ini, Minggu (04/04/2021), melakukan pemeriksaan dalam rangka menindaklanjuti delapan (8) kontainer di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang milik PT Cinta Alam Lestari (CAL) bermuatan ratusan ton mineral ikutan berupa zirkon pada Sabtu kemarin (03/04/2021), gagal dikirim ke Luar Pulau dari Provinsi Bangka Belitung.

Sabtu kemarin, 200 ton mineral zirkon ini rencananya akan diekspor ke Negara China menggunakan kapal Trans Jaya. Akan tetapi gagal, karena adanya perintah dari Kementerian ESDM melalui Gubernur Babel untuk dilakukan pemeriksaan terkait keabsahan dokumen dan muatan dimaksud.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin kepada wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (04/04/2021)siang, mengatakan, tujuan pihaknya ke lokasi guna mengambil sampel untuk memastikan barang-barang yang ada di dalam karung itu dari dalam delapan kontainer yang setiap kontainernya itu berisi 25 karung mineral.

“Pemeriksaan sampel ini akan diuji di laboratorium, untuk hasilnya baru diketahui dalam dua minggu kedepan. Mengenai ekspor zirkon ini, ada ketentuan kadarnya untuk bisa diekspor,” tuturnya.

Selain pemeriksaan sample, Ridwan juga mengungkapkan, pihaknya akan menelusuri secara mendetail mulai dari asal usul barang, hingga IUP OP dari PT. CAL. “Bilamana tak sesuai prosedur, tak boleh berangkat (diekspor, red),” tegasnya.

Sedangkan Dirkrimsus Polda Babel, Kombes Pol Haryo Sugihartono mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk melakukan pendampingan kunjungan kerja Ditjen Minerba untuk melakukan pengambilan sample untuk dibawa ke laboratorium di Bandung.

“Kami juga akan ikut mendampingi Ditjen Minerba, dalam penelusuran asal usul barang dan IUP OP PT. CAL tersebut,” terang Dirkrimsus Haryo.

Masih menurut Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin,” Kalau Zircon itu diatur dengan regulasi zircon, Jika barangnya tidak sesuai dengan kenyataannya atau regulasi yang ada maka akan diatur dengan yang lainnya,”ujarnya.

Info awal sehingga Ditjen ESDM turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan barang jenis zircon hari ini yang akan dikirimkan keluar daerah provinsi bangka belitung namun sempat gagal dikirim yaitu mendapatkan info dari Pemberitaan dari rekan-rekan media dan laporan dari Masyarakat.

Dirinya menegaskan bahwa Asal usul barang juga akan kita periksa, yang pasti tidak hanya zircon saja tetapi akan kita periksa kadar ikutan mineral lainnya.

“Jika ditemukan barangnya tidak sesuai maka tidak boleh jual dan tidak boleh kirim keluar daerah,”ungkapnya.

“Jadi, Tolong kepada Media atau masyarakat jika ada informasi yang tidak bagus tolong disampaikan kepada kami,”pintanya.(M)