Ditengah Corona, Anak Jalanan Terjangkit Virus Kelaparan

0
219

Jakarta.- Saat sekarang ini ternyata ada virus yang lebih berbahaya dari Covid-19, namanya kelaparan, sekitar 8000 anak meninggal di dunia per harinya. Padahal vaksin ada dimana-mana namanya makanan, tulisnya dalam akun Instagram @ariekuntung pada Rabu 18 Maret 2020 lalu. Presenter Arie Untung menjelaskan ada banyak anak-anak yang mengalami kelaparan di tengah merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia.

Begitu pula dengan anak-anak  jalanan, pemulung, kaum dhuafa serta anak-anak yatim piatu yang kena imbasnya, serta masih banyak lagi masyarakat yang terkena dampak dari Covid-19, yang tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dikarenakan anjuran pemerintah untuk tidak melakukan aktivitasnya diluar rumah (stay at home).

Sementara perwakilan dari Indonesian Entertainer Terry Colla mengungkapkan, “apakah ada solusi dari pemerintah mengenai virus kelaparan ini yang juga melanda khususnya DKI Jakarta disela-sela fenomenal mendunia wabah Covid-19,” katanya kepada Inapos.com, Selasa (31/3/2020).

Foto: kiri Terry Cola, kanan Rully Rahardian

Dalam pesan moralnya mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat yang sudah berbaik hati untuk menyalurkan dan memberikan bantuan sumbangan berupa sembako ataupun uang serta kepada mereka untuk sedikit berbagi dengan masyarakat kota (kaum masyarakat bawah-red) yang saat ini sedang dalam himpitan ekonomi, khususnya kebutuhan pangan untuk sehari-harinya yang memang sulit dengan situasi terbatasnya ruang gerak mereka.

Karena itu kami tergabung dalam Indonesia Entertainer menghimbau ”kepada para anggota Dewan, Kementerian dan Pemerintah terkait atau sebagai pejabat negara untuk segera membuat anggaran kemanusiaan, kami hanya meminta sedikit perhatian dari pemerintah untuk mengeluarkan anggaran ataupun menyumbangkan sedikit rejekinya kepada masyarakat yang membutuhkannya, terutama anak-anak jalanan yang mengandalkan pendapatan harian, karena mereka tidak bisa untuk mencukupi keluarganya dan akhirnya kelaparan. Terlebih apabila 1 atau 2 bulan kedepan virus corona ini masih tetap ada dan belum dapat ditanggulangi,” ujarnya.

Kami disini, lanjut Terry, sebagai relawan kemanusiaan yang bisa tertular virus, akan tetapi kami punya hati dan kasih sayang untuk menyalurkan tenaga kami untuk membantu mendistribusikan saat wabah Covid-19 melanda Kota Jakarta, demi sampainya ke saudara-saudara kami ditengah merebaknya Covid-19.

“Bagi siapa saja yang memiliki rejeki lebih, semoga terketuk hatinya untuk membantu menyalurkannya demi kemanusiaan khususnya  masyarakat bawah,” pintanya.

Begitu juga disela-sela pertemuan dengan anak-anak jalanan Se-Jabotabek, Rully Rahardian sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Seniman Jalanan Indonesia (YSJI) mengatakan, kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya khususnya bagi para dermawan yang telah menyumbang dan memberikan sebagian rejekinya untuk membantu mereka dengan kondisi yang memang bisa dibilang sangat insidentil mengejutkan kita semua.

“Kamipun masih sangat berharap uluran tangan dari pihak-pihak lain terutama di Pemerintahan ataupun aparatur negara lainnya. Meskipun tertera dalam UUD 1945 pasal 34 ayat 1, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, kami sadar bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, karena membutuhkan dukungan dari masyarakat,” imbuh Rully.

Harapan dari kami agar pemerintah mulai memikirkan membuat kebijakan publik untuk anak-anak jalanan mendapatkan dukungan berupa space ruang publik agar dapat mengekspresikan kreativitasnya, serta di kehidupan yang layak ini sedikit demi sedikit bisa terpenuhi.

“Semoga bisa menjadi catatan dan pertimbangan kedepan agar pemerintah khususnya, dapat lebih memikirkan kehidupan masyarakat jalanan dalam kebijakannya yang akan dikeluarkan kemudian hari,” tutur Rully Rahardian Ketua Pembina YSJI. (El)