0 2 min 7 tahun

Penggiat Sejarah dan Budaya Temukan Keramik Dinasti Ming

BEKASI.- Di senja hari Ahad (15/10) nampak sendu. Mendung menciptakan cuaca adem sekaligus kuatir hujan. Namun semangat penelusuran sejarah mengalahkan ketakutan dan kekuatiran dari kawan-kawan Penggiat Sejarah yabg tergabung dalam komunitas JEJAK SEJARAH MUARA GEMBONG.

Hari itu Sakiran, aktivis yang juga koordinator bersama Komarudin Ibnu Mikam. Di Bekasi, Bang Komar dikenal sebagai Budayawan dan mantan Team Pelestari Cagar Budaya (TPCB). Keduanya didampingi Mandor Ramin Sanjaya dari Sukawangi.

Ketiganya bergerak menelusuri jalanan becek, belok di lokasi yang diduga Pemukiman di Moeara Belacan, Kec Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Berpedoman pada Peta Belanda tahun 1901. Bertiga mendatangi titik yang di Peta dinyatakan sebagai Pemukiman.

Dan, betapa terkejutnya mereka. Karena wilayah ini sudah berbentuk Empang . Hanyansedikit pohon Mangrove tersisa. Segitu pun, Kondisi tetap terlihat ‘kecantikan’ alamnya.

Ternyata potongan-potongan gerabah, keramik dan tembikar tergeletak. Khususnya di pematang Empang dimana belum lama para pekerja mengangkat lumpur. Artinya, Gerabah, tembikar dan keramik itu aslinya berada di bawah tanah. Antara 1-2 meter di bawah. Di dalam empang….

Dikumpulkankah semua gompalan dan pecahan keramik-keramik itu. “Muara Gembong memang menyimpan masa lalu yang unik…” Kata Bang Sakiran.

Dan, dikumpulkanlah barang-barang itu untuk diteliti lebih dalam.

Ternyata menurut Pegawai Museum Sri Baduga. Keramik- Keramik iti berasal dari Dinasti Ming, China. Sehingga dugaan kuat bahwa dahuku kala sudah terjadi interaksi dengan Pihak luar sangat kuat.

” Saya berharap Pemkab Bekasi memberikan prioritas atas penggalian tinghalam silam di Bekasi sebagai Modal bagi ikhtiar penggalian Ilmu Pengetahuan” Kata Komarudin Ibnu Mikam.

Namun, untuk lebih terangnya tentu harus dilakukan Uji Lab. (Ktbr Bks)