Dit Polairud Polda Jabar Gagalkan 13.328 Baby Lobster Selundupan Senilai 3 M

0
358
KABUPATEN CIREBON.- Dit Polairud Polda Jabar bekerja sama dengan Instansi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta II telah menangkap terhadap 3 orang laki laki yang diduga melakukan jual beli benur di jalan Patuguran Kp. Neglasari Desa Pelabuhanratu Kecamatan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Ketiga orang pelaku berasal dari Kabupaten Sukabumi, AW (38), AM (35) dan B (29), mereka rencananya akan menjual benur tersebut kepada pengepul yang lebih besar.
Adapun Kronologis penangkapan berawal pada minggu (6/5) sekitar pukul 06.00 wib tim lidik melakukan pemantauan terhadap nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan baby lobster di dermaga pelabuhan perikanan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Sekitar pukul 07.00 Wib tim melihat seseorang yang diduga pengepul menerima box warna putih dari nelayan yang diduga berisi baby lobster dan selanjutnya box yang diduga berisi baby lobster tersebut dibawa oleh seseorang menggunakan kendaraan roda dua.
“Tim melakukan pengintaian dan pembuntutan terhadap seseorang yang membawa box tersebut sampai ke sebuah rumah di jalan Patuguran Kp. Neglasari Desa Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan dan pengepakan baby lobster. Kemudian sekitar pukul 08.00 wib tim melakukan penggeledahan terhadap rumah tersebut.” Jelas Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, Dir Polairud Polda Jabar Kombes Pol. A. Widhihandoko, SH. Danrem 063/SGJ Kolonel Inf. Veri Sudijanto Sudin, SIP. Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto dan Pejabat Balai Karantina, di Mapolres Cirebon. Senin (7/5).
Lanjut Kapolda, Dari hasil penggeledahan ditemukan 4 box steropom berisi baby lobster, 1 baskom berisi baby lobster dan beberapa kemasan plastik berisi baby lobster.
“13.200 ekor baby Iobster jenis pasir, 78 ekor baby Iobsterjenis mutiara, total 13.278 ekor. Diperkirakan kerugian negara mencapai Rp.
3. 3234.000.000,” terang Kapolda.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1), Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) huruf m dan n UU RI No. 45 tahun 2009 tentang pembahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan, dengan ancaman hukuman  6 tahun kurungan penjara dan denda 1,5 milyar. (Kris).