Direksi Pertamina Diduga Melakukan Kejahatan Korporasi Soal Harga BBM

0
169

INAPOS,- Jelas dipermukaan terlihat kasat mata praktek kartel dalam menjual BBM Umum kepada rakyat yang lagi susah akibat pandemi covib 19, dan yang lebih kejam ternyata diduga negara secara kasat mata telah melegalkan praktek kartel ini.

Maka tidak ada lagi kata-kata yang lebih tepat untuk mengatakan telah terjadi konspirasi antara pemerintah dgn badan usaha Pertamina, Shell, Vivo, Total dan AKR dalam menjual harga BBM tinggi diatas peraturan yg dibuat oleh pemerintah sendiri adalah suatu perbuatan keji.

Padahal harga crude dan product kilang global harganya sangat turun, bahkan harga product kilang bisa lebih murah USD 2 hingga USD 4 perbarel dibandingkan harga crude, ini memang anomali, tetapi fakta ini dengan sengaja diabaikan oleh pemerintah.

Berdasarkan rilis Kementerian ESDM 8 Mei 2020 bahwa harga patokan ICP crude USD 20, 66 untuk bulan April, kalau minyak itu diolah dikilang ditambah biaya oleh kilang Pertamina yang tidak efisien sekitar USD 8 hingga USD 10 perbarel, sehingga harga product dari BBM sekitar USD 30 perbarel, sementara harga MOPS product gasoline 92 untuk April sekitar USD 23 perbarel.

Akan tetapi sangat luar biasa Direksi Pertamina berani berbohong terhadap angka simulasi harga BBM didepan Presiden Jokowi dalam ratas penetuan harga BBM dimasa pandemi covid 19 pada 27 April 2020, dengan menggunakan Kepmen ESDM nmr 62 K tahun 2020, Pertamina menyatakan patokan MOPS Gasoline 92 senilai USD 40 perbarel.

Oleh karena itu, maka menjadi cukup bukti bahwa Direksi Pertamina diduga telah melakukan kejahatan korporasi dan telah merugikan rakyat banyak dalam menetapkan harga BBM Umum diluar kewajaran.

Jakarta 15 Mei 2020
Direktur Esekutif CERI

Yusri Usman.