Jakarta.- Wacana baru terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi wakil presiden 2024 yang dihembuskan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP), Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2022) lalu, menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.

Bambang Pacul saat itu, mengatakan bahwa Jokowi bisa menjadi wakil presiden asalkan maju sebagai Cawapres di Pemilu 2024. Pernyataan tersebut juga disambut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman dan juga membuka peluang bagi duet Prabowo Subianto dan Jokowi di Pilpres 2024.

Pernyataan Bambang Pacul, tentu menjadi perdebatan banyak pakar. Terlepas wacana tersebut melanggar etika politik dan bertentangan dengan pendapat para pakar hukum tata negara atau tidak, sebagaimana  analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubaidillah Badrun (15/9/2024), tentu perlu manjadi bahan perdebatan. Lalu siapa presiden 2024 yang paling layak didampingi Jokowi?

Menurut Ketua Umum Indonesia Maju 2024, Dr. Anwar Husin, S.H,. M.M, ada beberapa calon yang pantas mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden 2024. Syarat Capres tersebut tentu harus sudah bekerjasama dengan presiden Jokowi.

Kalau ditanya siapa Capres yang paling pantas didampingi Jokowi 2024? Anwar mengatakan idealnya adalah wakil presiden Ma’ruf Amin. Kenapa? Loyalis Jokowi tersebut mencontohkan negara Amerika Serikat dimana wakil presiden Joseph Robinette Biden Jr atau yang dikenal Joseph Biden sekarang menjadi presiden Amerika Serikat.

Sebelumnya Joseph Biden adalah Wakil presiden Amerika Serikat Presiden Barack Obama. Dalam kepemimpinannya Joseph Biden meneruskan kebijakan politik presiden Barack Obama baik politik dalam negeri maupun luar negerinya yang banyak diapresiasi dunia.

Di Negara Amerika wakil presiden kemudian jadi presiden meneruskan presidennya sudah sering terjadi. Seperti George Herbert Walker Bush adalah presiden Amerika Serikat ke-41 untuk masa jabatan 1989-1993. Sebelumnya menjadi wakil presiden ke-43 dalam pemerintahan Presiden Ronald Reagen. Berdasarkan contoh tersebut Ma’ruf paling pantas dicalonkan sebagai presiden tahun 2024.

Selain itu, Anwar Husin yang juga  Pakar Hukum Pidana tersebut beralasan, kenapa Ma’ruf Amin paling layak didampingi Jokowi, karena keduanya adalah pasangan presiden dan wakil presiden 2019-2024. Tentu keduanya sudah tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga lebih gampang membuat kebijakan dalam membangun dan menjalankan roda pemerintahan di Indonesia.

Hal itu merupakan garansi Ma’ruf Amin sebagai calon pasangan pimpinan 2024. Apalagi Ma’ruf Amin sebagai Wakil presiden Jokowi berhasil dan terbukti, mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia sejak memimpin Indonesia dari tahun 2019..

Bukan itu saja! Keduanya sukses memimpin Indonesia, dimana banyak sekali tantangan yang dihadapi dunia global seperti wabah Covid-19 dan perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan dunia dilanda krisis kesehatan, pangan dan energi.

Indonesia dibawa komando presiden Jokowi dan wakil presiden Ma’ruf Amin berhasil melewati itu semua dan kepemimpinan keduanya diakui dunia, karena dianggap  salah satu negara paling berhasil dan menjadi acuan dunia mengatasi berbagai krisis khususnya penangan pandemi Covid 19.

Lebih lanjut kata Anwar ada beberapa keuntungan jika Jokowi bisa mendamping Ma’ruf Amin sebagai presiden 2024. Salah satunya adalah lebih gampang meneruskan program pembangunan yang kini sudah berjalan. Tentunya tidak perlu berlama-lama karena programnya sudah berjalan dan tinggal dilanjutkan saja.

Sementara, jika presiden baru dan belum pernah bekerjasama dengan Jokowi, tentu kata Anwar akan memerlukan waktu yang cukup lama, pastinya presiden baru akan menunjukkan ego politiknya termasuk mengkaji kembali program pembangunan presiden sebelumnya.

Termasuk  mengutak-atik program pembangunan yang sudah berjalan. Kedepan kata Anwar hal itu tidak boleh terjadi kembali, karena akan menghambat pembangunan yang sudah baik  dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Fenomena politik seperti ini di Indonesia kata Anwar sudah banyak terjadi dan menyebabkan pembangunan yang sudah berjalan di jalur rel yang benar akhirnya keluar jalur dan  umumnya menghambat kemajuan Indonesia yang dicita-citakan pemerintah sekarang pada tahun 2045 menjadi salah satu negara yang ekonominya diperhitungkan di dunia.

Problem pembangunan di Indonesia selama ini kata Anwar tidak adanya keberlanjutan pembangunan di Indonesia. Gonta-ganti kebijakan selama ini, kata Anwar, hambatan Indonesia jadi negara maju. Untuk mencapai target manjadi negara maju pada 2024, perlu adanya pembangunan yang berkesinambungan.

Sistem dan kesepakatan nasional perlu dibangun sehingga program yang dicanangkan tetap bisa berjalan meski presiden, menteri, atau kepala daerah silih berganti. Pertanyaannya apakah selepas masa jabatan Jokowi berakhir ada jaminan politik bahwa pembangunan berkesinambungan akan terus berjalan.

Nampaknya masyarakat tak yakin pembangunan seperti yang dilakukan Jokowi bisa dilakukan presiden 2024. “Untuk antisipasi itu semua, presiden mendatang harus satu visi dan orang yang tepat manjadi penerus Jokowi adalah Ma’ruf Amin  dan kalau konstitusi memperbolehkan maka Jokowi sebagai wakil presidennya,” tandas Anwar Husin menegaskan.