Dinilai Cacat Hukum, Tim Paslon OKE Minta Pilwalkot Cirebon Diulang

0
315
KOTA CIREBON.- Tim gabungan pemenangan pasangan Bamunas S Setiawan – Effendi Edo (Oke) meminta agar Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon tahun 2018 diulang. Pasalnya dilapangan terdapat temuan pelanggaran dalam prosedur dan mekanisme tahapan Pilwalkot Cirebon.

Dijelaskan Ketua tim pemenangan, Edi Suripno, bahwa terjadi dua pelanggaran yang ditemukan. Pelanggaran pertama adalah berupa peristiwa di mana kotak suara yang seharusnya dikirimkan dari KPPS ke PPK Kecamatan, namun justru berada di kantor kelurahan. Hal tersebut melanggar PKPU no. 8 Tahun 2018.
Pelanggaran kedua adalah segel kotak suara yang dibuka secara tidak sah. Menurut Edi, terdapat 45 TPS yang kotak suaranya dibuka secara tidak sah, yakni 19 TPS di Kelurahan Kesenden, 1 TPS di Kelurahan Panjunan, 16 TPS di Kelurahan Drajat, 4 TPS di Kelurahan Kesambi, 2 TPS di Kelurahan Kejaksan, 1 TPS di Kelurahan Jagasatru, 1 TPS di Kelurahan Kesepuhan, dan 1 TPS di Kelurahan Argasunya.
“Dibukanya tanpa sepengetahuan dari saksi kami. Padahal seharusnya kotak suara dibuka dengan dihadiri oleh Panwaslu, KPU, dan saksi masing-masing Paslon,” jelasnya saat jumpa pers di Sekber Bamunas-Edo, Jl. Wahidin Kota Cirebon, Kamis (28/6).
Dalam kesempatan yang sama, anggota tim gabungan pemenangan Bamunas S Setiawan – Effendi Edo bidang hukum, Dani Mardani, bahwa dengan adanya pelanggaran-pelanggran tersebut, tidak menutup kemungkinan masih ada kotak suara yang dibuka secara tidak sah tanpa diketahui oleh timnya.
“Karena itu, kami menyatakan cacat hukum dan menolak terhadap proses penyelenggaraan pemungutan suara pilwalkot. Karena itu, proses Pilwalkot Cirebon untuk diulang,” pungkasnya. (Kris)