Petugas Dinsos memeluk anak korban dugaan tindak kekerasan seksual

BUNGO.- Kasus dugaan Tindak kekerasan Seksual yang dialami Siswi Sekolah Dasar di kabupaten bungo oleh kakak kelasnya membuat Dinas SOSP2KBP3A (Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten bungo ikut turun tangan. Pasalnya, pasca kejadian tersebut korban masih mengalami Trauma.

Kepala Dinas SOSP2KBP3A Kabupaten Bungo Yos Armi telah menugaskan Mohammad Zasjius sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) untuk langsung turun Investigasi ke Kecamatan Bathin III Ulu Kab. Bungo, selain itu juga di didampingi Megawati selaku koordinator bidang pendampingan dan Advokasi yang melakukan assesment terhadap korban dan pihak sekolah.

Assesment dilakukan oleh Tim pendamping dari P2TP2A, yang di berikan secara berkala. Selain itu Dinas SOSP2KBP3A juga memiliki rumah perlindungan bagi Korban.

“Kita akan terus mendampingi anak untuk menghilangkan trauma nya sehingga dapat melanjutkan Aktifitas seperti biasanya, ujar Yos.

“Dalam waktu dekat ini, Pihak Keluarga Korban akan datang ke Bidang P3A utk mengambil Surat Rekomendasi agar mendapatkan Fasilitas Pelayanan dari Psikolog yang tergabung dalam Tim P2TP2A Kab. Bungo,” ungkap Mohammad Zadjius.

Dok. Surat Perjanjian damai kedua belah pihak

Selain itu terkait permasalahan antara keluarga telah di selesaikan secara adat dengan perdamaian kedua belah pihak, menurut ibnu hajar paman korban memgatakan yang mana pihak pelaku telah membayar denda adat, jika di uangkan sebesar lima belas juta rupiah.

“Sudah di gelar runding adat kedua belah pihak, dengan kesepakatan pembayaran denda sebesar 15 juta rupiah, dan kami juga tidak menempuh jalur hukum,” ujar Ibnu.

Untuk pihak sekolah tidak ada permasalahan, selain itu kadis dinsos menghibau kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih exstra menjaga perkembangan tumbuh anak. (Rena)