Dinas LH Bekasi Selain Denda 3 Miliar CV.DOVE Harus Segera Tutup

0
1198

Terkait dugaan pencemaran lingkungan serta memberikan informasi bohong terhadap produksi Perusahaan, CV.DOVE yang berdiri di Zona Pemukiman segera ditutup.

Inapos Bekasi – Diduga kuat telah memberikan informasi bohong terhadap jenis dan produksi perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi ancam tutup total perusahaan pewarna pakaian di wilayah Kebalen Kecamatan Babelan masuk zona pemukiman.

Perusahaan yang memiliki nama CV. DOVE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pewarna pakaian, ketika diketahui adanya laporan serta informasi dari masyarakat, bahwa ada salah satu perusahaan berdiri dan berproduksi ditengah pemukiman warga.

Dinas LH Kabupaten Bekasi langsung melakukan kroscek serta investigasi ke perusahaan tersebut, berdasarkan hasil infestigasi dan keterangan dari pemilik parusahaan bernama Riris, bahwa perusahaan tersebut bergerak dibidang Loundry atau pembersih pakaian.

Inapos.com
Perusahaan CV.DOVE yang berdiri di zona pemukiman saat di datangi warga lantaran mencemari lingkungan dampak limbah milik perusahaan masuk kedalam rumah warga.

“Kami pernah datang ke lokasi, benar ada perusahaan yang beroperasi ditengah pemukiman warga, pemilik perusahaan mengaku bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang pencuci pakaian atau Loundry, bahan bahan yang digunakan pun mengaku menggunakan deterjen pakaian,”ungkap Nugraha Staf Bidang Penegakan Hukum Dinas LH Kabupaten Bekasi Senin 6/1/2020 dikantornya.

Nugra yang menjelaskan bahwa perusahan CV. DOVE yang berdiri dan beroperasi di wilayah Kampung Penggilingan Tengah Rt 005 Rw 004 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan, diduga kuat sudah menyalahi aturan, dikarnakan wilayah tersebut merupakan zona pemukiman bukan Zona industri.

Hal itu pula diperjelas berdasarkan hasil rapat bersama Dinas PUPR, Disperkimtan, Bapeda serta Dinas Perizinan Kabupaten Bekasi bahwa lokasi dimana berdirinya CV. DOVE merupakan zona pemukiman.

“Berdasarkan hasil rapat yang di hadiri beberapa Dinas, CV. DOVE berdiri dan beroperasi di zona pemukiman, bukan zona industri, itu sudah jelas menyalahi aturan, apalagi sampai saat ini belum memiliki Dokumen Amdal, UKL-UPL serta SPPL, yang jelas itu harus ditutup dan tidak boleh beroperasi kembali,”jelasnya.

Perusahaan tersebut lanjut Nugraha, jika terbukti melakukan pencemaran terhadap lingkungan. Jelas sanksi diatur dalam Undang-undang Lingkungan Hidup. Sanksi denda sebesar 3 Miliar dan sanksi pidana.

“Kami akan ambil tindakan jika keterangan dari pemilik perusahaan tersebut tidak benar, jelas semua ada aturannya, mekanisme dan aturan harus ditaati, sanksi tegas perusahaan harus ditutup,”terangnya.

Menanggapi hal itu, salah satu warga yang juga pernah bekerja sebagai karyawan di CV. DOVE mengatakan kalau perusahaan tersebut bukan perusahaan Loundry.

Itu perusahaan pewarna pakaian, bahan mentah seperti celana Jens diambil dari pabrik pembuat, diwarnai dan di corak disini.

“Bahan Kimia yang digunakan itu berbahaya, seperti PK, Coustik, Hipo, Pewarna Celana/Wantek, OBH, H.2.O, dan Soda AS. Kalau itu perusahaan Loundry tidak mungkin menggunakan bahan seperti itu,”ungkap Pak Ketong kepada inapos.com beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bapak Ketong, Kalau dia bilang itu perusahaan loundry bohong, air bekas pewarnaan pakaian serta limbah-limbah berwarna, berbau dan berbahaya langsung ke Kali Bekasi. Tutupnya (Fal)