Digeser Mulan Jameela, Caleg Terpilih Gugat KPU

0
98

Jakarta.- Politisi Gerindra Ervin Luthfi yang lolos ke DPR RI, yang diberhentikan oleh DPP Gerindra. Hari ini, dirinya melakukan gugatan ke PTUN bersama kuasa hukumnya dalam putusan KPU Jakarta Selatan. Amin Fahrudin selaku kuasa hukum, menilai keputusan DPP Gerindra yang memberhentikan kliennya adalah tindakan sewenang-wenang.

Akibat diberhentikan, Ervin gagal menduduki kursi DPR karena digantikan Mulan Jameela.

Ia mengungkapkan, hingga kini kliennya tak pernah tahu alasan pemberhentiannya dan prosesnya pun berlangsung mendadak.

Ervin Luthfi sendiri merupakan calon anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jabar XI, Partai Gerindra, dengan meraih kursi ketiga dalam pemilihan Legislatif 2019 lalu.

Gugatan tersebut resmi disampaikan oleh Ervin dengan Nomor gugatan: 187/ G/ 2019/ PTUN-JKT. Ia datang dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Amin Fahrudin, di gedung PTUN, Jakarta Timur, Senin (23/9/2019).

Amin Fahrudin menjelaskan, pihaknya menggugat KPU karena tanggal 16 September 2019 yang lalu telah mengeluarkan surat keputusan berisi tentang perubahan atas keputusan KPU nomor 1318/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VIII/2019 tentang penetapan calon terpilih anggota DPR dalam Pemilu 2019, dimana KPU menetapkan Mulan Jameela yang menggantikan calon terpilih Ervin Luthfi.

“Kami melakukan pendaftaran gugatan sengketa tata usaha negara melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Amin kepada awak media.

“Jadi karena adanya keputusan KPU ini nama saudara Ervin Luthfi itu dicoret dan digantikan dengan saudari Mulan Jameela jadi dari Dapil Jawa Barat XI,” lanjutnya.

Amin membeberkan, pada Pileg 2019 di Dapilnya tersebut, Partai Gerindra hanya mendapat tiga kursi untuk DPR RI, sementara kliennya Ervin Luthfi mendapatkan kursi ketiga dengan perolehan suara sekira 33.938 suara.

Meski begitu, DPP Partai Gerindra justru memilih untuk menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait gugatan calon legislatif Mulan Jameela dengan melakukan pemberhentian keanggotaan Ervin di Partai Gerindra.

“Nah kami pada hari ini menyatakan protes karena apa, karena pertama substansi dari pokok perkara dalam PN Jakarta Selatan itu adalah mengenai sengketa hasil Pemilu. Jadi mengenai perolehan suara Pemilu di Pemilu legislatif RI yang seharusnya bukan dilayangkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, akan tetapi itu merupakan domain dari Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Terkait hal ini, Ervin mengaku masih menaruh harapan untuk menjadi anggota legislatif di partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto tersebut.

“Pada prinsipnya, saya tidak mengira bahwa jika hal ini berujung pada pemecatan. Karena walau Bagaimanapun saya tetap berharap menjadi bagian dari Gerindra saya tetap berharap jadi bagian dari visi misi dari bapak (Prabowo-red) pemimpin partai kami,” pungkasnya. (Elwan)


Komentar Anda?