Inapos.com Penagan Bangka, — Usaha budi daya udang tambak jenis vanamae di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akhir-akhir ini terkesan jadi ‘primadona’ bagi para pelaku usaha tertentu lantaran bisnis udang tambak ini sangatlah menjanjikan keuntungan besar.

Hanya saja persoalan yang terjadi di lapangan ada sebagian pelaku usaha di pulau Bangka yang nekat menjalankan usaha tambak udang meski perijinan belumlah lengkap dikantongi, seperti yang terjadi di Jl. Tj. Pura, Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung berjarak kurang lebih belasan meter dari jalan raya diduga telah merambah kawasan hutan lindung (HL).

Dari pantauan Tim Jobber di lapangan bahwa kondisi usaha tambak udang diduga merambah kawasan HL ini dikelolah oleh orang luar Bangka yang di akui oleh Kepala Desa Penagan saat di konfirmasi oleh Tim Jobber.

“Itu tambak udang milik pak Dedi orang Lampung,” Akui Ismail selaku Kades Penagan kepada Tim Jobber via selular, Selasa (16/8/22) siang.

Saat disinggung mengenai perizinan yang di putuskan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen-2004-28) Pedum tentang budidaya Udang di Tambak peraturan yang ada selaku Kades, Ismil tidak mengetahui hal tersebut dan melemparkan kepihak kepengurusan tambak tersebut.

“Kurang tahu saya, karena merekakan mengeluarkan izin tersebut dari pusat, kita kan urusannya di lain pak, kalau untuk perizinannya urusan mereka la,” tutupnya.

Mengetahui hal ini, Andre selaku kuasa lapangan kepada tim Jobber mengakui tambak udang yang saat ini dalam proses penggarapan itu didirikan oleh CV. Alam Anugerah Sejahtera dengan luas lahan 45 H yang baru terbebas _+17 H dan berdiri dikawasan Hak Pengguna Lain (HPL) serta untuk perizinannya hampir rampung.

“Lagi di urus semua ini, karena ini kan masuk wilayah HPL semuanya, termasuk Amdal juga sudah selesai Eficspennya juga sudah, KPPH juga sudah selesai, kita bisa mengurus izin karena kita legal,” kata Andre melaui sambungan telepon.

Tetapi beda halnya, dalam pengecekan yang di lakukan tim Jobber menggunakan aplikasi peta google yang ada bahwa lokasi tambak udang tersebut berada di kawasan hutan lindung (HL).

Hingga berita ini di publikasikan. Selaku fungsi kontrol Tim Jobber akan melakukan pengecekan perizinan tersebut ke satu pintu agar tidak terjadi kekeliruan dalam hal ini guna mencari kebenaran tersebut.