Diduga, Snouck Pelaku Rusaknya Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon

0
664

INAPOS, JAKARTA,- Sejarah gelap (Sejarah Peteng) Keraton di Cirebon yang sedikit-sedikit mulai dibuka, terus mendapatkan perhatian. Baik dari masyarakat umum maupun dari masyarakat penggiat sejarah.

Penuturan yang telah disampaikan oleh Ahli Filolog Cirebon Dr. Raden Achmad Opan Safari Hasyim melalui Inapos TV Channel, seperti berikut :

Terungkap, siapa sebenarnya Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin

Melalui sebuah group Whatsapp Jabar History Story, penuturan Raden Opan tersebut terkait disebutkannya Alexander anak Snouck Hurgronye, mendapatkan tanggapan dari akun +62 895-0486-xxx. “Penasaran saja. Yang dimaksud sebagai Alexander anak Snouck di video di atas itu siapa ya? Ibrahim kah? Umar kah?,” tanya akun tersebut, Senin (1/09/2020).

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh RR. Okki Jusuf Judanegara yang merupakan kerabat Keraton – keraton Cirebon.

“Anak Snouck yang menurunkan Sultan Alexander itu Siti Aminah. Peristiwa peteng sudah terjadi 3x di Kasepuhan, jadi bagaiana seseorang mau jadi Sultan Cirebon kalau secara nasab sudah putus 3x. Jelas Pangeran Lukman bukan dzuriat Sunan Gunung Jati,” tutur Ratu Okki menjawab akun tersebut.

RR. Okki Jusuf Judanegara

Masih menurut Okki, Snouck diduga telah merusak nasab (garis keturunan) di Jawa Barat dan beberapa darah lain. “Snouck mengacak Nasab bukan hanya di Cirebon tapi di keluarga Dalem Bandung juga, saya dengar itu cara dia untuk menguasai beberapa Kesultanan dan Keadipatian. Diperkirakan operasi intelejennya terjadi di tanah Sunda, Jawa dan Aceh,” ungkap Okki.

Okki menambahkan, bahwa Sejarah Peteng yang ke 3 kali adalah terjadinya penyelewengan Siti Aminah dgn seorang keturunan China, karena Sultannya mandul. “Ya ditutupi karena perselingkuhan, mang Opan (Dr. R.Opan) yang lebih tahu soal itu,” tambahnya.

Akun +62 813-2134-xxxx memberikan komentar bahwa Snouck benar-benar bersandiwara untuk kepentingan kolonial. “Tak ada rasa sedikitpun kah mencintai Nusantara ?,” tanya akun itu.

+62 857-1577-xxxx menyungkapan rasa penasarannya pada sosok Sangkana. “Saya jadi penasaran dengan sosok Sangkana? Siapa dia hingga dia bisa diperistri oleh Snouck?,”.

Namun penuturan Ratu Okki tersebut belum juga menghilangkan rasa penasaran akun +62 895-0486-xxxx tentang kebenaran Sejarah Peteng dikarenakan salah satu TV Nasional mengangkat cerita tentang menikah sirinya Snouck dengan wanita kerabat Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Disebutkan bahwa Snouck Hurgronye menikah secara siri dengan wanita kerabat Kasepuhan Cirebon. Apakah yang dimaksud wanita kerabat Kasepuhan Cirebon itu Sangkana?. Sementara di sumber-sumber lain, Sangkana disebutkan sebagai satu-satunya putri penghulu besar Ciamis, Raden Haji Muhammad Ta’ib,” tulis akun ini.

Raden Ace Sumanta menanggapi pula dengan memberikan komentar bahwa sejak dulu hingga saat ini, Indonesia dirongrong ùntuk alam Indonesia. “Tentu saat ini juga sama, walau ranah yang berbeda dulu idiologi dan pemburuan sahwat, tentu tak bisa menutup mata saat ini asing aseng ke Indonesia merongrong untuk melumat alam Indonesia dengan dalih investasi merubah pandangan dan idiologi untuk kepentingan masa depan mereka bukan untuk orang Indonesia,” tulis Raden Ace.

Akun +62 813-2134-xxxx pun menyampaikan bahwa Snouck dekat dan bersahabat dengan PHH Mustopa. PHH Mustopa pun kini kian benderang sebagai Sufi Islam dari Sunda dan disegani bagaikan Sosrokartono. Segan untuk menyimpulkan bahwa sang Sufi PHH Mustopa termakan sandiwara Snouck sepanjang hayatnya. Atau Pejuang Aceh takluk itu juga karena info-info PHH Mustofa tentang Aceh yg dikirim ke Snouck,” tuisnya.

Mulai terbukanya Sejarah Peteng ini, akun +62 857-1577-xxxx berharapa agar semuanya tetap baik-baik. “Semoga semuanya membaik ya, bagaimana pun gelapnya demi kebenaran sejarah kelam harus diungkap. Perkara lainnya biar masyarakat yang menilai,”.

“Meskipun akan banyak tantangan, tapi saya yakin sebuah kebenaran akan sakti dengan sendirinya,” timpal akun +62 812-2003-xxxx.

Kembali Ratu Okki menuturkan, keluarnya penerus Keraton Kasepuhan Cirebon sejak tahun 1818. “Perang kedondong yang dicetuskan oleh Putra Mahkota Pangeran Raja Surya Kusumah pada tahun 1818, beliau keluar dari keraton Kasepuhan sesudah terbunuhnya Sultan Sepuh V. Sejarah peteng bukan hanya terjadi di Cirebon tapi juga di keraton2 lainnya di Pulau Jawa. Belanda punya agenda spesifik untuk merubah nasab penguasa Kerajaan/ Asset2 penting di muka bumi. Penjelasan ini harus dalam diskusi panjang seperti Gotrasawala I sd IV yg pernah kita lakukan. Saya kira sekarang sudah waktunya semua dikembalikan kepada yang haknya, sudah waktunya kebenaran ditegakkan, sudah waktunya tahta dan negeri diurus oleh manusia2 pilihan Allah SWT, bukan manusia pilihan manusia berdasarkan transaksi politik. Saya berdiri di atas kebenaran karena saya tahu peristiwa-peristiwa yang sebenarnya terjadi terhadap para leluhur saya, perampasan hak, penghapusan nama, pengaburan sejarah sudah berlangsung sekian lama. Sejak Alexander Agung dibunuh oleh kelompok Aristoteles yg disponsori Romawi. Tidak lain hanya karena mereka ingin merebut asset2 dari Kerajaan Allah di muka bumi,” jelas Okki. (Cep’s)