Diduga, Proyek Kolam Olak Bendung Cikesusik, Buang Anggaran

0
1700

KABUPATEN CIREBON,- Bendung Cikeusik yang berada di Desa Legok Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan mempunyai nilai sejarah yang patut dibanggakan, pasalnya bendung ini dibangun pada jaman Belanda dan berusia Seratus Tahun lebih.

Bendungan yang mampu mengairi 6000 hektar sawah yang berada di Kabupaten Cirebon ini perlahan terus di perbaiki, termasuk adanya proyek sementara pembuatan atau pembangunan Bak Olak di bendung tersebut dengan tujuan agar tidak terjadi kerusakan yang cukup parah terhadap jembatan bendungang yang menghubungkan kecamatan Cimahi dan kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan temuan media ini terhadap pembangunan Bak Olak tersebut pada beberapa waktu lalu, hanya terdapat tumpukan karung pasir membentuk kolam atau bak yang ditutup oleh seseg bambu.

Kepada Inapos, seorang warga yang tidak ingin dimediakan namanya pada Jum’at (23/11/2018) kemarin menyampaikan bahwa pembangunan bak tersebut buang-buang anggaran.

“Jika melihat kolam, disinyalir akan gagal konstruksi perbaikan kolam olak bendung Cikeusik” papar warga.

Menurutnya hal tersebut ditengarai dengan konstruksi yang bukan hasil dari kajian yang komprehensif dalam pembangunan atau perbaikan bendung.

“Dalam perbaikan kolam olak bendung Cikeusik pekerjaaan berlangsung dengan kontruksi geo bag dasaran pasir, dengan isi batu dan diatasnya dipasang / dihampar dengan seseg bambu, dengan banjir sungai Cisanggarung sangatlah besar, hal ini tidak akan kuat menahan banjir tersebut dan akan mengakibatkan terputusnya jambatan penghubung antara kecamatan Cimahi dengan kecamatan Cidahu,” demikian penjelasan warga yang merupakan lulusan sekolah tehnik tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Bidang OP SDA BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Harya Muldianto saat ditanyakan bagaimana tanggapan dirinya terhadap tudingan warga itu.

“Kegiatan di Bendung Cikeusik yang dilaksanakan oleh OP BBWS Cimancis sifatnya darurat utk menghadapi musim hujan,” jawabnya, walau tidak menjawab secara tehnik pula.

Ia menjelaskan pula bahwa perbaikan Bendung Kuningan akan ditangani secara permanen.

“Saat ini sedang pengusulan penanganan permanen ke pusat. Tks atas atensi nya,” ujar Harya, Senin (26/11/2018) melalui handphonenya.

Ketika hendak diminta waktu wawancara, Harya menghindar.

“Untuk sementara, waktu saya cukup padat, saya belum bisa menywdiakan waktu untuk wawancara. Mohon maklum yaa,” demikian elak Kabid OP ini.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Satker OP BBWSCimancis, RM. Budiono tidak berkenan memberikan jawaban terkait pekerjaan yang menjadi tanggungjawab dirinya tersebut, walau telah di sms berkali-kali dan ditelepon pun tidak pernah diangkat. (Cep’)