Diduga, Proyek APBD Kab. Bekasi Amburadul

0
416

INAPOS, KABUPATEN BEKASI – Diduga sudah dirancang dan berencana akan melakukan penipuan terhadap hasil ketebalan, pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkungan (Jaling) Kampung Pegadungan Heler RT/RW: 001/017 Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya, akhirnya diamuk warga dan dibuktikan bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai.

Buruknya pengawasan terhadap suatu pekerjaan yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2019, kini mulai terbongkar adanya kerjasama antara Kontraktor pelaksana, Pengawas dan konsultan, lantaran terjadi pembiaran pada setiap pekerjaan Jaling di Kampung Pegadungan Heller.

Namun saat diketahuinya akan melakukan pengambilan hasil ketebalan atau Coredrill pada pekerjaan tersebut, sejumlah warga datangi titik yang akan ditentukan pelaksana kegiatan, pengawas dan konsultan agar jangan diambil di lokasi itu, pindah ke titik yang lain.

“Jangan dibolongin disitu, itu udah jelas tanda mereka, tebalnya pasti 15cm bahkan bisa lebih, pindahin jangan dibolongin ditanda itu saya liat ditanda yang itu digali,”kata warga.

Warga yang merasa kesal lantaran wilayahnya dikerjakan sangat tipis, bahkan terjadi pembiayaran terhadap pekerjaan tersebut, meminta agar semua pekerjaan diwilayahnya untuk diperiksa ulang kembali ketebalan.

“Saya liat dan saya ukur ketebalan beton yang baru dikerjakan diwilayah ini, rata-rata tidak lebih dari 8cm, kalau hasilnya sampe 15cm bahkan lebih, itu sudah penipuan, kita buktikan bersama-sama,”ucap sejumlah warga yang sambil membawa papan bikisting berukuran 10cm yang digunakan salah satu kontraktor.

Hasan (62) warga Rt001/017 Kampung Pegadungan Heller kepada inapost.com sabtu 26/10/2019 mengatakan kalau pekerjaan diwilayahnya ini tidak ada yang beres, semua bermain di ketebalan. Saya bersama warga yang lain mengukur ketebalan beton hanya 5cm, 6cm sampai 8cm.

“Terbuktikan saat coredrill ketebalannya kalau bukan di titik yang diberitanda dan digali tersebut, ketebalannya tidak mencapai 15cm, bahkan tidak lebih dari 8cm,”ungkap Hasan lelaki paruh baya warga Kampung Pegadungan Heller.

Konsultan pelaksana yang diketahui bernama Sahru, ketika ditemui dilokasi saat setelah pengambilan hasil coredrill dilakukan, kepada inapost.com mengaku kalau dirinya sudah melakukan peneguran secara lisan dan tertulis ke pelaksana, namun tetap dikerjakan seperti itu. Dirinya pun membenarkan kalau papan bekisting yang digunakan berukuran 10cm,

“Saya sudah tegur pelaksana tapi tetap dipasang dan dikerjakan seperti itu, yang penting saya sudah tegur, kan gak mungkin saya harus tendang-tendangin papannya,”kata Konsultan Pelaksana Sahru kepada inapost.com.

Pengawas kegiatan yang ditunjuk Disperkimtan Kabupaten Bekasi, diketahui bernama Srikandi. Ketika ingin ditemui dan dimintai tanggapannya terkait hasil pekerjaan di wilayah pengawasannya. Srikandi langsung dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, Edi sebagai PPK dan Nurwahi selaku PPTK saat dikonfirmasi melalu teleponnya tidak diangkat bahkan nomor kontak media ini diblokir.(Fal/Red)