Diduga, Pembangunan Gedung Damkar Gunakan Material Ilegal

0
898

INAPOS, KABUPATEN CIREBON,- Pembangunan gedung dinas pemadam kebakaran tingkat kecamatan Pangenan, disoal oleh LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM  Pangenan.

Kepada Inapos, Satori pada Jum’at (04/09/2019) lalu menyampaikan bahwa pihak menduga bahwa kontraktor pelaksana pembangunan menggunakan material Ilegal.

“Kontraktor mengunakan material tanah untuk mengurug lahan yang akan digunakan pendirian bangunan tersebut berasal dari proyek pembangunan embung di wilayah Sumur Kondang yang merupakan wilayah diluar Pangenan,” papar Satori di Markasnya.

Lanjut Satori, pihaknya telah melakukan investigasi dan telah mempunyai beberapa bukti.

“Kami telah mendapatkan pernyataan dari yang kerja, bahwa tanah tersebut betul berasal dari proyek pembangunan embung tersebut. Menurut kami ini jelas sebuah pelanggaran. Dalam peraturan pemerintah atau Peraturan Presiden (Perpres) No 70 tahun 2012 atas perubahan Perpres No 54/2010 tentang barang dan jasa dan Permen pu no.12/2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur, jalan dan proyek irigasi ketiga regulasi tersebut mengatur setiap bangunan fisik yang di biayai negara wajib memasang papan informasi/papan proyek,” imbuhnya.

Satori menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon.

“Pihak Kejari sudah memerintahkan agar tanah urug tersebut di angkat kembali karena tidak sesuai speksifikasi. Ini jelas bukti bahwa tanah tersebut diduga ilegal. Bahkan telah ada intervensi dari pihak kontraktor kepada rekan-rekan kami dalam menyikapi hal ini,” tutup Satori.

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum bisa dihubungi.(Red)