Diduga, Pembangunan Embung Jangkar Indramayu Bermasalah

0
187

INAPOS, KABUPATEN CIREBON,- Pekerjaan lanjutan peningkatan Embung Jangkar Kabupaten Indramayu yang bernilai Rp. 2.372.143.000 dan dikerjakan oleh CV. Pulomas Jaya, dinilai terjadi dugaan penyelewengan.

Dugaan ini disampaikan oleh Sailan Sr selaku Ketua Umum Lembaga Analisis Masyarakat Madani Pemersatu (Lammpu).

“Volume pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang telah dihabiskan,” jelas Sailan melalui aplikasi Whatsapp, Kamis (12/10/2019).

Dalam rilis tersebut, Sailan menyampaikan perhitungan teknis pekerjaan tersebut, antaranya adalah : Panjang pasangan batu proyek tersebut 299 M3, tinggi pasangan batu yaitu 2, 5 M dan ketebalan pasangan 1/5 M (0,50 M).

Setiap satu meter jalan, volume pasangan batu rata-rata 1,25 meter kubik. Bila dikalikan dengan keseluruhan panjang pasangan batu sebesar 299 M, maka menghasilkan volume 373 M3.

Oleh sebab itu, menurut Sailan bahwa bila dikalikan satuan harga pasangan batu per kubik sebesar Rp 1.000.000 plus galian tanah pondasi, maka harga tersebut dikalikan jumlah volume sebesar 373 M3 akan menghasilkan jumlah biaya sebesar Rp. 373.000.000.

Menurutnya, bila dilihat dari pekerjaan galian tanah di hamparan area bantaran embung yaitu, Panjang = ± 300 m, lebar =± 15 m dan ketebalan 0,50 m. Maka volume galian tanah sebesar 2,250 m3. Dan bila jumlah ini dikalikan dengan satuan harga Rp. 60.000 /m3 maka biaya yang diperlukan sebesar Rp. 135.000.000.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Sailan menduga telah terjadi kerugian uang negara dalam proyek lanjutan pembangunan embung tersebut.

Ketika Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung  Ir. Happy Mulya dimintai tanggapannya terkait pernyataan Sailan tersebut, dirinya menjawab laporkan saja.

“Dilaporkan ke pihak berwajib jika ada penyimpanan Kang, Terima kasih,” jawab Happy melalui smsnya. (Cep’s)


Komentar Anda?