Diduga, Pelapor TPPO Buat Keterangan Palsu

0
400

INAPOS, CIREBON – Kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilaporkan oleh Tarmin (35) sebagai suami Rohayani (29) warga Dusun 1 Desa Playangan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, dibantah keras oleh terlapor.

Salah satu terlapor NB, warga Geyongan, Kabupaten Cirebon kepada Inapos, Jum’at (03/04/2020) di rumahnya menyatakan apa yang dituduhkan oleh Tarmin sangat tidak benar.

“Saya tidak merasa telah menjual orang seperti yang dituduhkan. Istri Tarmin yaitu Rohayani berangkat kerja ke luar negeri (Timur Tengah) atas keinginan sendiri dan disetujui oleh suaminya dan persetujuan itu Tarmin buktikan dengan tandatangan diatas materai,” elak Bt yang didampingi suaminya Ud dengan nada keras.

Menurut NB, Rohayani diberangkatkan olehnya sebagai Pegawai Migran Indonesia (PMI) ke Timur Tengah berdasarkan dengan prosedur yang telah diatur oleh undang-undang yang berlaku. Rohayani telah menjalani masa bekerja selama kurang lebih 1 Tahun, dengan menggunakan visa kerja dan paspor yang dikeluarkan oleh Negara Republik Indonesia.

“Saya kaget atas laporan tersebut ke pihak kepolisian atas tindakan TPPO, karena semua keberangkatan itu telah disetujui oleh Tarmin. Bahkan proses pemulangan Rohayani berdasarkan keinginan suami (Tarmin). Dia pulang itu kan keinginan Tarmin dan Rohayani sebenarnya tidak mau pulang karena masih merasa betah kerja disana. Karena kontrak kerjanya masih 1 Tahun lagi. Bahkan Saya bisa buktikan bahwa Rohayani  sangat kecewa atas laporan yang dibuat oleh Tarmin dan itu Rohayani sampaikan kepada Tarmin saat Rohayani masih berada di Kantor Kedutaan Besar disana,” tambah NB sembari memperlihatkan video percakapan Rohayani dengan Suami.

Berikut video percakapan tersebut :

Bahkan, masih kata NB, Rohayani membuat surat pernyataan tidak akan melakukan tuntutan kepada pihak manapun karena pemulangnnya di kantor KBRI.

“Yang membiayai kepulangan itu juga saya, yang menjemput juga saya, bahkan ada juga surat pernyataan dari dia yang ditulis di KBRI,” tuturnya.

 

Kemesraan Rohayani dan NB

Dalam surat pernyataan yang ditulis tangan oleh Rohayani menyebutkan. “Saya memutuskan bekerja dirumah majikan selama 1 Tahun lagi sisa kontrak saya. Dan saya tidak punya masalah sama majikan atau agen saya. Dan saya tidak menuntut pihak manapun. Surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguh-sungguhnya tanpa paksaan manapun”. Yang ditulis pada Tanggal 19 Februari 2020.

NB juga menambahkan, Tarmin dinyatakan telah memberikan keterangan palsu yang menyatakan bahwa Rohayani selalu mendapatkan perlakuan buruk dari majikannya. Hal tersebut bisa dilihat dari surat pernyataan yang ditulis oleh Rohayani saat dipulangkan.

NB menunjukkan Surat Pernyataan Rohayani

“Itu jelas bohong kalau Rohayani selalu disiksa oleh majikannya, majikannya itu sangat baik, buktinya saat majikannya itu menahan agar tidak boleh pulang,” kesalnya.

Surat pernyataan yang sama juga dibuat oleh Rohayani pada tanggal 4 Maret 2020 dan ditulis tangan juga oleh Rohayani. Hanya di Surat Pernyataan kedua ditambahi “Tidak menghendaki proses hukum yang berlaku”. Artinya secara prinsip, Rohayani tidak pernah ada persoalan apapun dan tidak mendapatakan perlakuan buruk apapun.

“Rohayani setiap bulannya selalu menerima gaji sebesar 300 USD dan diterima secara penuh, itu belum termasuk bonus yang diberikan oleh majikan,” tandas NB.

Diakhir tuturannya, NB menyampaikan pula bahwa pihak KBRI serta Majikan Rohayani pun siap membantu dan jika dibutuhkan akan datang ke Indonesia untuk menjelaskan bahwa tuduhan tersebut sangat tidak benar. (Cep’s).