Diduga, Pekerjaan OP 3 BBWSCimanCis Asal – asalan

0
234

KABUPATEN CIREBON,- Pekerjaan penanggulangan longsor dan erosi terhadap sungai yang dikelolal oleh bidang Operasional dan Perawatan (OP) Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung (BBWSCimanCis) diduga asal jadi serta tidak bermanfaat bagi masyarakat.Berdasarkan hasil temuan Inapos, pekerjaan Penanggulangan Longsor dan Banjir Sungai Ciwaringin di Blok Siba’ak, desa Gegesik Kidul, kecamatan Arjawinangun, kabupaten Cirebon, baru beberapa waktu selesai namun telah hancur dan berantakan.

Kepada Inapos, Anto S selaku anggota Lembaga Pemantau dan Pencegahan Korupsi Nasional (LP2KN) menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut diduga asal jadi.

“Pekerjaan tersebut, saya nilai asal-asalan karena belum lama pekerjaan selesai namun sudah hancur berantakan,” papar Anto.

Anto melanjutkan, sejak awal dirinya menduga bahwa pekerjaan tersebut sangat tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Sejak awal pemasangan, jenis bambu yang digunakan asal-asalan. Material bambu pun dipasang dengan anyaman yang tidak kuat serta bambu yang telah rusak pun tetap dipergunakan. Bambu sebelum digunakan, dibiarkan tertumpuk lama dan sempat menggangu lalulintas warga,” jelas Anto kemudian.

Ia menambahkan pula, pihaknya sedang mengumpulkan beberapa bukti dan akan melaporkan kepada pihak terkait.

Pihak BBWSCimanCis saat dimintai tanggapannya terkait temuan LP2KN dan pantauan Inapos dilapangan, mengelak bahwa pekerjaan di Blok Siba’ak tersebut tidak ada.

“Maaf Pak, setahu saya tidak ada di blok Siba’ak. Betul itu banyak yang konfirmasi, nanti akan dilihat,” jawab Moch. Cucu Sudian. ST. saat ditanyakan terkait rusaknya pekerjaan tersebut.

Cucu yang merupakan Pelaksana Teknis (Peltek) pekerjaan itu dan merupakan staff dari OP 3 yang di pimpin oleh I Gusti Ngurah Antariza, ST.MT ini membantah bahwa kerusakan dari pihaknya, namun kerusakan karena masyarakat.

“Kan saya sudah lapor pimpinan, kerusakan awal akibat diurug oleh masyarakat sehingga nambah beban, ditambah akibat debit air sungai yang tinggi. Dan disitu juga ada pekerjaan dari desa nya juga,” elak Cucu.

Cucu menambahkan pula bahwa tidak semua pekerjaan di bawah Peltek yang bisa diketahui.

“Dan terus terang maaf pak, Peltek itu tidak semuanya tahu pak,” bantahnya.

Namun saat pernyataan Cucu yang mengatakan rusaknya pekerjaan tersebut akibat urugan dari warga, Anto menyampaikan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Saya mengetahui sejak awal pekerjaan tersebut, tidak benar warga melakukan kegiatan itu dan tidak ada pekerjaan dari desa setempat,” tegas Anto. (Cep’s)


Komentar Anda?