Diduga, Milyaran PAD dari BPR Menguap

0
275

INAPOS, KABUPATEN CIREBON,- Rp. 2.444.054.247.00, demikian Bupati Cirebon melaporkan kepada publik melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Cirebon tahun 2018.

Dalam LKPJ Bupati Cirebon yang ditandatangani oleh PLt Bupati Cirebon, Selly A Gantina tersebut, dituliskan bahwa hasil kekayaan daerah yg dipisahkan tahun anggaran 2017 dalam hal ini Bank Perkeriditan Rakyat (BPR) sebesar Rp. 2.444.054.247.00.

Namun berdasarkan informasi valid dari nara sumber yang tak ingin dimediakan namanya menyampaikan bahwa asupan dari 7 BPR sekitar Rp. 4 Miliyar.

“Setoran kepada pemilik dari 7 BPR sekitar Rp. 4 Miliyar dan itu dibagi 45% untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 55% untuk Pemerintah Kabupaten Cirebon, karena pemiliknya dua pemerintahan tersebut, Mas,” jelas sumber tersebut.

Sumber tersebut melanjutkan bahwa 7 BPR yang antaranya, BPR Astanajapura, BPR Beber, BPR Cirebon Selatan, BPR Ciwaringin, BPR Gegesik, BPR Kapetakan dan BPR Klangenan yang kini merger dibawah BPR Astanajapura milik dua Pemda.

Berdasarkan penjelasan sumber tersebut, jumlah BPR di Kabupaten seluruhnya berjumlah 19 BPR dan ke 12 BPR lainnya milik Pemda Cirebon dan setoran dari 12 BPR itu murni masuk pada PAD Kabupaten Cirebon tanpa ada potongan. Kini ke 12 BPR itu merger dibawah BPR Babakan.

Dari penjelasan sumber itu, redaksi mencoba menghitung jumlah asupan PAD dari 19 BPR tersebut, jika di rata-rata satu BPR memberikan asupan PAD sebesar Rp.300.000.000,- maka asupan PAD dari BPR kepada Pemda Cirebon sebesar Rp.5,700,000,000,-.

Ketika radaksi mencoba menanyakan kepada Dinas Pendapatan Kabuoaten Cirebon beberapa waktu lalu, staff Dinas tersebut mengarahkan agar menanyakan kepada Bagian Perekonomian Pemda Cirebon.

Dedi Samanhudi sebagai Kepala Bagian Perekonomian saat dikonfirmasi terkait persoalan adanya perbedaan antara LKPJ Bupati Cirebon dengan nilai setoran BPR yang sesungguhnya, belum bisa memberikan jawaban secara benar.

“4milyar itu milik berdua dengan provinsi jadi harus dibagi dg provinsi,” jawab Dedi melalui pesan Whatsapp pada Kamis (24/10/2019) ketika ditanyakan mohon tanggapan terkait setoran kepada PAD Pemda Cirebon dari 7 BPR.

Namun ketika ditanyakan nilai dari 13 BPR lainnya kemana, Ia melempar ke Direktur BPR Babakan.

“Yg 12bpr milik pemda kab cirebon coba tanya ke direktur nya bu suating,” elak Dedi.

Saat ditanyakan berarti diduga hilang di BPR. “Diduga atau di tuduh,” tanya Dedi.

Dedi pun justru meminta redaksi untuk menanyakan. “Tanyakan saja, Sampai tahu…,” tanpa memberikan lagi jawaban.

Sampai berita ini diturunkan, Suating sebagai Direktur BPR Babakan belum memberikan jawabannya. (Cep’s)