Diduga, Dana PKH di Sukabumi Disunat

0
132

INAPOS, KABUPATEN SUKABUMI – Diduga, Oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggelapkan uang penerima bantuan sosial (Bansos) bersyarat rumah tangga sangat miskin (RTS) Warga Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Banyak warga penerima program PKH mengeluh, pasalnya Kartu PKH yang ia miliki ditarik oleh oknum Pendamping PKH sehingga mereka tidak bisa mencairkan dana PKH tersebut.

Seperti yang di ceritakan Mimin (45) dana PKH yang diterimanya dihentikan oleh Pendamping PKH dengan alasan penerima PKH memiliki sepeda motor. “Kata Pendamping, yang memiliki sepeda motor tidak harus dibantu dengan Program PKH. Padahal motor tersebut dapat kredit untuk kegiatan suami saya sebagai tukang ojek, dana tunai PKH tersebut kami terima terakhir pada bulan Mei senilai Rp.200.000,-. setelah itu kartu PHK nya diambil oleh  Pendamping,” jelas Mimin

Masih menurut Mimin, beberapa bulan kemudian dirinya beritahukan oleh rekan-rekan penerima PKH, bahwa dana PKH miliknya masih aktif dan dapat dicairkan. “Karena kartu PKH milik saya sudah diambil Pendamping, maka dari itu saya langsung mendatangi Bank BNI untuk menanyakan, apakah benar dana PKH milik saya masih ada atau tidak, dan pihak BNI memberikan rekening koran sebagai catatan keluar masuknya dana PKH tersebut,” tuturnya

“Tanggal 23-06-2020 senilai  Rp.200.000,- dan pada tanggal 17-09-2020 senilai Rp.500.000,- sudah ditarik tunai tanpa sepengetahuan saya, karena kartu PKH ada ditangan Pendamping,” tambahnya pula.

Hal  serupa disebutkan  Hindun (50) selaku penerima PKH, dia menjelaskan, “Kartu PKH milik saya sampai saat ini ada ditangan Pendamping dan  hampir seluruh penerima PKH Desa Pasirhalang kartunya dipegang Pendamping”Jelasnya

Ijem (54) sebagai peserta PKH yang sekarang sudah dihentikan oleh Pendamping  menjelaskan, “Pada tahun 2019 saya pernah mencairkan dana tunai PKH miliknya sebesar Rp.1.500.000,-  pada waktu mengambil dana tersebut didampingi oleh menantu dari sdri Inayah (Pendamping),  sesampai di rumah sdri Inayah, dana tersebut  diambil  oleh pendamping senilai Rp 900.000,- dengan mengatakan jatah kamu hanya Rp.600.000,- dan sisanya sebesar Rp.900.000,- itu uang lebih kata sdr Inayah (Pendamping),”.katanya

Inayah (Pendamping PKH) melalui telepon seluler mengatakan, “Saya tidak pernah menarik Kartu ATM PKH, mungkin ada yang mengatas namakan saya, takutnya ada ketua kelompok yang nakal, sebab kelompok yang saya dampingi ada 16 kelompok diduga mungkin mereka memanfaatkan nama saya, saya tidak pernah mengambil kartu karena saya tahu resikonya,”jelasnya.

Padahal pemerintah memberikan bantuan sosial bersyarat kepada Rumah tangga sangat Miskin (RTSM) dengan maksud tujuan untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi,meningkatkan taraf pendidikan anak .dan juga meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil khususnya bagi keluarga miskin pemerintah memberikan bantuan tunai bersyarat melalui Bank Himbara untuk keluarga sangat miskin.

Selain itu, PKH juga berupaya mengakseskan penerima bantuan ke bantuan permodalan dan pemasaran. Komplementaritas PKH dengan berbagai program perlindungan sosial untuk meningkatkan kemandirian usaha dan akses permodalan KPM PKH melalui akses kredit mikro (UMI dan KUR) dan pelatihan kewirausahaan (Bina Swadaya Masyarakat dan IKM Nusantara). Kemensos juga telah menjalin kerja sama lintas sektoral dengan Kementerian Perindustrian untuk mendorong KPM menjadi wirausaha.(Ajid)