Diduga, BBWSCimanCis Lakukan Gratifikasi

0
1049

CIREBON,- Balai Besar Cimanuk Cisanggarung (BBWSCimanCis) kembali mendapat sorotan serta tudingan yang tidak sedap. BBWSCimanCis diduga telah melakukan Gratifikasi serta Penyerobotan asset tanah desa Kanci.

Gedung Workshop yang terbengkalai dan dibangun dengan biaya miliyaran rupiah


Tudingan ini datang dari Yosu Subardi selaku Sekretaris LSM KOMPAK Cirebon.

“Saya menduga mereka (BBWSCimanCis), telah melakukan gratifikasi dan penyerobotan aset desa Kanci. Adapun aset desa yang saya maksud adalah lokasi yang dibangun oleh BBWSCimanCis untuk digunakan sebagai Gedung Workshop dan bangunan gedungnya pun terbengkalai tidak terpakai, terletak disebelah kantor Koramil Astanajapura,” jelas Yosu kepada Inapos, Rabu (09/05/2018) melalui pesan singkatnya.

Yosu melanjutkan, dalam pembangunan tersebut BBWSCimanCis diduga melakukan kerjasama menghilangkan riwayat tanah tersebut bersama Kepala Desa Kanci yang terdahulu.

“Bagaimana mungkin tanah negara muncul letter c dan letter c tersebut atas nama warga yaitu Dulman atau Mutinah,” lanjutnya.

Yosu meneruskan, pembangunan Gedung Workshop tersebut menurutnya merupakan kegiatan buang-buang anggaran.

“Gratifikasi pada pembangunan gedung workshop tersebut karena, saya menduga ada oknum yang memiliki tanah BBWSCimanCis seluas 350 m2 namun tidak jelas asal – usulnya. Selain itu, menurut saya BBWSCimanCis pun telah melakukan penyerobotan tanah tersebut karena tanah di lokasi gedung dibangun merupakan tanah warga,” papar Yosu pula.

Ketika ditanyakan apa yang akan dilakukan oleh pihaknya terhadap dugaan tersebut, Yosu menjawab akan mengusut tuntas.

“Kita akan usut dari mana asal – usul seseorang secara pribadi memiliki aset tanah milik Kementrian PUPR. Jika semuanya telah terkumpul bukti – bukti, kita akan laporkan ke Kementrian PUPR.
Bukti awal, pihak BBWSCimanCis tidak bisa membuktikan apa dasar AG memiliki aset tanah seluas 350 m2 yang diatasnya ada bangunan workshop, sat KOMPAK melakukan audensi dengan pihak BBWSCimanCis beberapa waktu lalu. Dari keterangan yang kita himpun, dugaan korupsi yang mereka lakukan telah jelas,” tutup Yosu.

Diakhir Yosu menutup bahwa dirinya berharap Kementrian PUPR agar dapat melakukan audit terhadap BBWSComanCis. (Kris)