Dialog Kebangsaan Merawat Kebersamaan dan Keragaman

0
412

KOTA CIREBON.- Terdiri dari berbagai suku budaya dan agama, kondusivitas di Kota Cirebon sudah terjaga dengan baik. Kebersamaan dalam keragaman akan terus dijaga.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat Dialog Kebangsaan seri 3 yang diselenggarakan PT KAI bersama dengan Suluh Kebangsaan di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa, 19 Februari 2019.

“Luas Kota Cirebon hanya 37 km2, namun penduduknya terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya,” ungkap Eti. Keberagaman ini menurut Eti harus terus dijaga.

Bahkan pemerintah daerah Kota Cirebon bersama-sama dengan masyarakatnya selalu bahu membahu menjaga keamanan bersama. “Pemilu April 2019 mendatang jangan menjadikan kita terpecah-pecah,” ungkap Eti.

Kebersamaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik harus terus dijaga dan dipelihara. Pemerintah Daerah Kota Cirebon juga terus berupaya untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada warganya.

Sementara itu Prof Dr. Moh Mahfud MD sebagai ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, mengungkapkan jika menjelang pemilu yang terjadi sekarang justru perpecahan antar ikatan primordial dan munculnya politik identitas. “Pemilu justru dijadikan sarana dan ajang untuk bermusuhan. Bukan untuk mencari pemimpin baru,” ungkap Mahfud.

Karena itu, lanjut Mahfud, mereka melakukan kegiatan dialog tersebut untuk meredakan ketegangan yang terjadi di masyarakat saat ini. “Memang baru gejala, belum penyakit. Karena itu kami muncul agar tidak menjadi penyakit bagi bangsa ini,” ungkap Mahfud.

Pada dialog tersebut menghadirkan sejumlah tokoh diantaranya Alisa Wahid, Pangeran Patih Qodiran, Khaerul Wahidin sebagai rektor UMC, Romo Beny Susetyo serta moderator Marzuki Wahid. (Kris)