Di Hari Kemerdekaan Pegadaian Beri Bantuan 1,7 Miliar

0
78

Maluku.- PT Pegadaian (Persero) memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia tahun ini sangat istimewa di Pulau Buru, tepatnya di Namlea, Kabupaten Buru, yang berada di Pulau Buru, Provinsi Maluku.

Di hari kemerdekaan ini Pegadaian memberikan bantuan dana CSR dan Bina Lingkungan senilai Rp1,7 miliar di Kabupaten Buru, sebagai rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di 34 Provinsi di Tanah air.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, mengatakan pengembangan wilayah seperti Namlea perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan garda depan sebuah negara. Untuk itu, Pegadaian sebagai agen pembangunan merasa penting untuk terus melakukan pembangunan Indonesia di kota ini.

“Upacara 17 Agustus kali ini sangat istimewa, karena Pegadaian dapat menyelenggarakan di tempat bersejarah, Namlea yang merupakan ibukota Pulau Buru pada saat penjajahan oleh Belanda. Dan kini Indonesia sudah merdeka, Pegadaian sebagai perusahaan negara harus ikut membangun dan menjadi agen perubahan di berbagai wilayah,” kata Kuswiyoto, selaku inspektur upacara Alun-Alun MTQ Kota Namlea, Maluku, Sabtu (17/8/2019).

Pulau Buru dan Ibukotanya Namlea memiliki nilai sejarah. Kuswiyoto menambahkan, mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dihadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah, ‘bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa’. Oleh sebab itu Pegadaian hadir di berbagai kota, dan saat ini sudah mencapai 4.200 kantor cabang dan jaringan di seluruh Indonesia.

Pulau Buru merupakan salah satu gugusan pulau di Kepulauan Maluku. Pulau ini memiliki luas 8.473,2 km persegi dengan panjang garis pantai 427,2 km. Dalam catatan sejarah, Pulau Buru dulunya merupakan kamp konsentrasi dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan tempat pembuangan tahanan politik di era Orde Baru.

Dia menjelaskan Kabupaten Buru merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti cengkih, emas dan mutiara. Bahkan Namlea terkenal akan dataran rendah yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan, serta pantai yang indah.

“Banyaknya kekayaan alam yang ada di Provinsi Maluku merupakan sebuah cerminan bahwa Bangsa Indonesia sangatlah kaya. Maka itu, kita sebagai anak bangsa harus menjaga betul-betul dan sebaik-baiknya kekayaan alam kita. Menjaga kekayaan alam merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air yang berlandaskan Pancasila,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian memberikan dana bantuan senilai Rp1.775.000.000 yang merupakan program CSR berupa 2.000 paket sembako, 10 paket renovasi rumah, sarana air bersih di dua titik, elektrifikasi 50 Rumah Tangga Sasaran (RTS), 50 titik Mandi Cuci Kakus (MCK), 25 beasiswa, dan taman bacaan bagi siswa SMK.

Pegadaian dan BUMN lainnya ikut membangun sumber daya manusia dengan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang merupakan kegiatan pertukaran pelajar untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air kepada para siswa SMA/SMK. Tahun ini, SMN yang dilaksanakan oleh PT Pegadaian (persero) sebagai PIC dengan PT Pelni (persero) sebagai Co PIC, mengirim 20 pelajar asal Maluku untuk ke Jakarta. (Elwan)


Komentar Anda?