Di Babelan, Penjualan Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik Merajalela

0
924

KABUPATEN BEKASI.- Penjualan obat keras berkedok toko kosmetik di Wilayah Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi tampaknya semakin merajalela.

Berdasarkan pantauan Inapos.com, sejumlah toko kosmetik di Desa Babelan Kota secara terang – terangan menjual pil tramadol dan trihexyphenidil (hexymer) tanpa resep dokter. Padahal, kedua obat tersebut masuk dalam daftar G (obat keras). Apabila digunakan tanpa resep dokter dapat menimbulkan efek seperti narkoba.

Saat Inapos.com mendatangi toko yang berlokasi di Jalan Gelora, Kampung Pintu, Desa Babelan Kota, tampak pelayan toko sedang melayani beberapa pemuda yang membeli pil tramadol dan hexymer. Pria berinisial Mr (27) inipun tidak mengelak bahwa ia melayani pembelian kedua obat keras tersebut tanpa resep dokter.

“Ia disini jual kuning (Hexymer) sama TM (tramadol),” ujarnya, Kamis (3/9/20) malam.

Pria asal Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh ini menyebutkan, pendapatan rata – rata dari penjualan obat keras tersebut setiap harinya mencapai Rp. 1 juta.

“Tadi itu bos saya, yang pergi itu. Tapi kalau mau nanya lagi ke Bang Bahrudin aja,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Bahrudin bukanlah bos toko kosmetik tersebut, melainkan pemilik ruko yang ditempati menjual kosmetik. Kendati demikian, dirinya tidak mengetahui rukonya disewa tidak hanya untuk menjual kosmetik namun juga obat keras.

“Sudah sekitar 7 bulan ruko saya disewa, dan setahu saya hanya untuk jualan kosmetik,” terang Bahrudin.

Perlu diketahui, tramadol dan hexymer merupakan obat dalam daftar G. Peraturan yang mendasari tentang obat daftar G (dalam Bahasa Belanda “Gevaarlijk” yang artinya “berbahaya“) adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 02396/A/SK/VIII/1989 obat daftar G adalah obat keras.

Dikutip dari laman alodokter.com, Tramadol merupakan obat yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri dari tingkat sedang hingga rasa nyeri yang cukup parah. Obat ini memang bukan termasuk dari obat penghilang nyeri narkotika, akan tetapi karena sifat obat ini yang sangat kompeten dalam mengurangi rasa nyeri dengan skala berat, dan juga dijual dalam harga yg cukup murah, maka banyak orang menyalahgunakan obat ini, dan digunakan sebagai obat yang dapat menimbulkan efek penenang (melayang bahkan halusinasi) seperti golongan obat narkotika pada umumnya.

Sedangkan Trihexyphenidil (Hexymer) adalah obat yang berfungsi untuk mengatasi gejala ekstrapiramidal (kaku, tremor, gerakan tidak normal dan tidak terkendali pada tubuh) seperti pada penyakit Parkinson atau efek samping dari pengobatan yang menggunakan obatantipsikotik. THP (Trihexyphenidil) merupakan obat yang perlu pengawasan dokter karena obat ini termasuk kedalam golongan obat psikotropika, sehingga untuk mendapatkannya memang perlu dengan resep dokter dan dibawah pengawasan dokter. (Fery)