Dewan Pertimbangan PROPER KLHK Kunjungi Yayasan Binaan Pertamina EP Subang Field

Dewan Pertimbangan PROPER KLHK Kunjungi Yayasan Binaan Pertamina EP Subang Field

KARAWANG, inapos.com – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyelenggarakan “Visitasi Dewan Pertimbangan PROPER” ke salah satu program binaan pemberdayaan masyarakat PT Pertamina EP Subang Field, yaitu PAUD Alam Al Firdaus yang berada Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

PROPER merupakan salah satu penilaian oleh KLHK terhadap kinerja perusahaan baik dalam pengelolaan lingkungan maupun tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan. Tahap PROPER ini sendiri adalah pengumpulan dokumen yang mewakili penilaian lingkungan dan program CSR, lalu presentasi, dan tahap terakhir adalah visitasi bagi perusahaan yang menjadi kandidat emas.

Terdapat tiga program unggulan yang diusung PT Pertamina EP Subang Field pada PROPER kali ini yaitu PELITA (Pendidikan Lingkungan Untuk Anak), PANTURA (Pasukan Anti Penularan HIV&AIDS), dan MELINTANG (Masyarakat Peduli Alam Puntang).

Pada kunjungan pertama Dewan PROPER mengunjungi Program PELITA yang berlokasi di PAUD Alam Al Firdaus, Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Kunjungan Dewan Pertimbangan PROPER kali ini diwakili oleh Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc selaku Ketua Sekretariat PROPER KLHK dan didampingi 2 orang blogger Kompasiana yaitu Ibu Ngesti Setyo Moerni dan Ibu Maria G Soemitro.

PAUD Alaam Al Firdaus merupakan PAUD yang mengusung pendidikan anak usia dini berbasis lingkungan, mulai dari pendidikan karakter cinta & peduli lingkungan, kurikulum lokal berbasis lingkungan, dan sekolah berbayar sampah.

Dewan PROPER sangat tertarik dengan apa yang dilakukan di PAUD ini dan mengapresiasi PT Pertamina EP Subang Field yang sudah mewujudkan program PAUD ini. Siti Marini, Kepala Sekolah PAUD Alam Al Firdaus mengatakan, sebelumnya PAUD ini hanya PAUD biasa, siswa yang sekolah pun hanya 10 orang kalau masuk semua.

“Namun setelah di bantu oleh PT Pertamina EP Subang Field, bangunan jadi berkembang, kapasitas murid dalam mengenal lingkungan pun meningkat karena sudah ada dasar kurikulum lingkungan, seperti tau jenis sampah, cara membuang sampah, dan manfaat sampah,” katanya.

Selain Siti Marini, hadir pula Heru Saleh yang merupakan ketua Yayasan Assolahiyah. Yayasan Assolahiyah merupakan salah satu binaan PT Pertamina EP Subang Field yang sudah mandiri. Heru Saleh hadir untuk menceritakan kisah suksesnya bagaimana suka dukanya mengembangkan pendidikan melalui Yayasan Assolahiyah sehingga saat ini status lembaganya meningkat menjadi mitra PT Pertamina EP Subang Field.

Seperti yang dikatakan oleh Subang Field Manager, Armand Mel I Hukom, Yayasan Assolahiyah merupakan binaan Pertamina EP Field Subang yang paling mandiri baik dari kelembagaan maupun finansial. “Sehingga kami megangkat statusnya menjadi mitra, bukan lagi sebagai binaan,” jelasnya.

Ngesti Setyo Moerni, blogger kompasiana, yang juga turut hadir dalam kunjungan Dewan pertimbangan PROPER di PAUD Alam Al Firdaus mengatakan bahwa, PAUD ini merupakan PAUD yang inovatif sekali karena mengedepankan pendidikan lingkungan untuk anak usia dini dimana pembentukkan karakter seseorang dibentuk saat masih kecil, dengan harapan terbentuk generasi masa depan yang cinta, peduli, dan sadar lingkungan.(den/adv)


Komentar Anda?