Selasa, Juni 25, 2024
BerandaDaerahDeputi Kemenko Maritim, Petambak Garam Harus Diberikan Edukasi

Deputi Kemenko Maritim, Petambak Garam Harus Diberikan Edukasi

KABUPATEN CIREBON.- Untuk bisa memenuhi kebutuhan pengusaha, teknologi produksi garam rakyat harus dirubah minimalnya dengan teknologi sederhana yaitu dengan ulir.

“Masyarakat petambak garam harus diedukasi mengubah teknologi, contoh yang sederhana minimalnya dengan ulir”, ungkap Deputi Koordinator bidang SDA dan jasa Kemenkomaritim RI, Ir. Agung Kuswandono, M A usai menjadi pembicara Seminar Nasional Mencari Solusi Pemerintah, yang bertemakan “Dilema Swasembada Garam Nasional Di Tahun 2020” di Hotel Aston, jl. Brigjen Darsono By Pass, kamis (22/2).
Masih menurut Agung, masayarakat juga bisa menggunakan membran, akan tetapi membran mempunyai masa pakai paling lambat 5 tahun sudah harus ada penggantian.
“Untuk petambak sisihkan dari hasil penjualan tersebut untuk menyiapkan membran pengganti,” ujarnya.
Terakhir, Agung menuturkan, petani harus diberikan edukasi  untuk tidak hanya membuat garam umum saja, namun ada yang namanya garam SPA yang produksinya relatif mudah tetapi hasilnya cukup memuaskan.
“Pangsa pasar ini luar biasa bisa ekspor ke Amerika dan Eropa,” tuturnya.
Untuk garam ini di Cirebon dan Buleleng sudah ada, mestinya dikembangkan agar kesejahteraan masyarakat akan terus mendongkrak. (Kris).
RELATED ARTICLES
- Advertisment -    

Most Popular

Recent Comments