Delapan Program Kemenkeu Optimalkan Penerimaan Negara

0
439

JAKARTA.- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menekankan bahwa tujuan program sinergi reformasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) memiliki delapan program bentuk sinergi optimalisasi penerimaan negara dan meningkatkan kemudahan layanan terhadap Wajib Pajak (WP) dan/atau Wajib Bayar (WB).

Program tersebut adalah program Joint Analisis, Joint Audit, Joint Collection, Joint Investigasi, Joint Proses Bisnis, Single Profile, Secondment, dan program sinergi lainnya.

Selain itu, program ini merupakan upaya mengakselerasi gerak pembangunan dan meningkatkan kemandirian nasional yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing, peringkat Ease of Doing Business (EODB) Indonesia atau kemudahan berbisnis di Indonesia, dan kredibilitas serta efektifitas APBN.

Wamenkeu berharap dengan adanya program ini diharapkan para pengusaha patuh terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku seperti yang termasuk dalam perpajakan, kepabeanan, cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kita ingin membayar pajak menjadi lebih mudah semudah membayar pulsa sehingga menambah kemungkinan kepatuhan,” ungkapnya saat konfrensi pers di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Selasa (25/06).

Wamenkeu menambahkan, bagi para pelaku usaha yang patuh akan mendapatkan berbagai kemudahan dalam perpajakan dan kepabeanan. (Red)