Dari Pesisir Angke, Hingga Pantai Panjang Bengkulu

0
173

Karya: Ace Sumanta

Tak ada ada perang salib melainkan strategi diplomasi dalam merebut pantai sebagai garis bibir nadi lautan.Seperti yang dilakukan Pangeran Jayakarta Wijayakrama Putra Tubagus Angke tak harus perang fisik merebut pengaruh kedaulatan
Apalagi sangat sengit persaingan usaha dengan perseroan dagang Belanda bernama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) pimpinan Gubernur Jendral Pieter Both yang muncul di perairan Indonesia.
Para tentara dan jawara menyamar menjadi nelayan dan penjaja dagangan sederhana
Mereka mengawasi pemalak dan pembawa rempah berkualitas.

Begitu lengah beraksi sebisa menggunakan senjata.
Begitu juga pantai-pantai lainnya yang dianggap strategis membuat dermaga alternatif.

Cerita bersulam lentera
Telah dikuasai para penguasa beruang dengan kemudahan para cukong dan penjilat.
Pantai dilumat kemesraan
Para perempuan terjaja
dengan berbagai tipu daya
Tak hanya bersolek tetapi jasa pengantar sembari membuka relung pintu beraroma.

Senja masihkah bercerita
Ikan-ikan berkilat loncat ke udara bernapas dekat pantai tersembur pasir.
Sisik menggoda merangkai cerita
Sang Pangeran mendekat merajut kala.
Membawa harum dari sisa senja
Menapaki Pantai Panjang sebelum kaki melangkah pulang.

( Jkt-Bengkulu, 2018)