Dapatkan Pelaku Money Politik, Golkar Beri Hadiah Rp.5 Juta

0
126

INAPOS, MANGGAR- Dalam upaya menciptakan Pilkada Kabupaten Belitung Timur tahun 2020 yang bersih dan berkualitas, DPD II Partai Golkar Belitung Timur membentuk Satgas Pencegahan Money Politik (Politik uang). Partai Golkar menyiapkan hadiah sebesar Rp. 5 Juta bagi siapa saja yang dapat mengungkap pelaku money Politik.

Bersama satgas pencegahan money politiknya, partai Golkar melakukan penyebaran pamplet di seluruh Beltim. Hal itu diungkapkan langsung oleh ketua DPD 1 Partai Golkar Beltim, Drs Jafri.

“Kami dari Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur mendapat instruksi dari ketua DPD 1 Partai Golkar provinsi Kepulauan Bangka Belitung Pak Bambang Pati Jaya, untuk melaksanakan Pilkada ini supaya berjalan sebagaimana sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, aman, tertib dan lancar. Dan untuk itulah kami memang diharapkan membentuk Satgas, satgas pencegahan money politik,” ungkap Ketua DPD 1 Partai Golkar Belitung Timur, Drs Jafri, Sabtu (5/12) kemarin.

Dikatakan Jafri, bukan berarti money politik ini akan terjadi dan sebagainya, tidak. Tetapi dirinya berupaya sama-sama menjaga, agar Pemilukada ini berjalan sesuai dengan yang diamanatkan dalam perundang-undangan.

Dalam hal ini, Partai Golkar menunjuk Yusman sebagai ketua Satgas Pencegahan Money Politic. Yusman mengatakan, bahwa Golkqr sudah membentuk satgas berapa hari yang lalu, pembentukan menyebar di tujuh Kecamatan.

“Maksud dari tugas ini kita akan menjaga barang kali kita menemukan suatu kejanggalan money politik, kita mengharapkan semuanya Pilkada ini berjalan bersih, aman, tertib dan lancar. Sesuai yang diharapkan oleh pemerintah, jadi kita membantu pekerjaan apa yang sudah dicanangkan dari KPU maupun Bawaslu,” ujar Yusman.

Jadi, lanjut Yusman, melalui hal ini, akan mencari atau menunggu laporan, dimana ada terjadinya money Politics akan bersihkan, supaya Pilkada bisa berjalan dengan baik. jadi tidak ada uneg-uneg dari masyarakat. Sehingga, dia mengharapkan semua masyarakat juga untuk bekerjasama, dan membantu.

“Jadi kita memberikan bukan apa, tapi kita untuk memberikan suatu kebijakan. Dalam hal ini, kita bukan sayembara, tapi kita memberikan pada personal, siapa yang menemukan laporan pada kami, kami akan memantau atau mendatangi, dan Deskripsikan Tim untuk terjun, benar atau tidak. Jadi kita tidak perlu untuk saling gontok-gontokan dalam hal ini dan untuk tidak perlu juga untuk membuat keributan, tetapi akan kita amankan, Apa betul dan tidak akan proses melalui Panwaslu, Bawaslu dan aparat kepolisian. kita ingin pilkada ini berjalan aman, tertib, dan bersih,” tandasnya.

Penulis : Tim Inapos Babel