Danjen Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa : Prajurit Kopassus Itu Atlit Perang

0
385

Danjen Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan keterangan pers.(red)

 

JAKARTA, INAPOS – Prajurit Kopassus adalah atlit-atlit perang. Sebagai atlit mereka harus dirancang, dibina, dilengkapi dan dirawat untuk siap melaksanakan tugas-tugas ke depan.

“Apalagi sekarang banyak sekali ancaman-ancaman yang ada di sekitar kita ini. Sehingga saya selaku Komandan Jenderal (Danjen)  Kopassus, harus menyiapkan satuan ini dengan baik, karena mereka adalah atlit,”kata Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa usai menerima tongkat Komando Korps Baret Merah, Kopassus dari Mayjen TNI Eko Margiyono.  Acara Penyerahan Satuan Kopassus berlangsung di Lapangan Makopassus, CIjantung, Jakarta Timur, Jumat (1/2/2019).

Menurut Danjen Kopassus, bila seorang atlit atau prajurit tidak disiapkan dengan baik, maka ending atau outpunya pun juga tidak akan baik. Sebagai pemimpin dirinya harus menyiapkannya dengan baik.

Prajurit  Kopassus harus berikrar, yang intinya membulatkan tekad bahwa Kopassus adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang siap menjaga NKRI dari berbagai macam ancaman.

“Prajurit Kopassus selalu berpedoman kepada Sapta Marga, sumpah prajurit, delapan wajib TNI dan janji Prajurit Komando yang kami ikrarkan pada saat pertama kali menjadi seorang prajurit Kopassus,”ujar Mayjen TNI I Nyoman,

Prajurit Kopassus juga harus rela berkorban, cinta tanah air, dan memiliki wawasan kebangsaan, sehingga dia siap melaksanakan tugas dimana pun.

“Baik panggilan pada pagi hari, siang hari, malam hari atau kapan saja, dimanapun juga mereka harus siap.  Terakhir dia harus setia kepada pimpinan, setia kepada kawan-kawannya, dan dia harus setia dengan anak buahnya,”tuturnya.

“Karena ada moto: kita besar karena anak buah, dan kita bisa hancur karena anak buah. Jadi harus disiapkan mereka. Jadi jabatan ini adalah ujian. Jabatan juga adalah tantangan,”pungkas Danjen Kopassus.

Untuk diketahui, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali pada 26 Juni 1967.  Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1990 dari kecabangan infanteri, serta menyabet penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.

Karir ayah dua anak ini banyak dijalani di lingkungan Korps Baret Merah, khususnya di satuan elite Kopassus, Satuan -81 Kopassus (Gultor). Tidak tanggung-tanggung, dia juga lama  bergabung  dengan Batalyon Aksi  Khusus (Aksus) yang kini dinamai Batalyon 811.

Sejumlah penghargaan dan satya lencana juga diraih oleh Mayjen TNI I Nyoman, diantaranya Satya Lencana Seroja, Satya Lencana GOM VIII/Dharma Bakti, Satya Lencana GOM IX/ Raksaka Dharma dan Satya Lencana Dwidya Sistha.

Penghargaan lain yang berhasil diraihnya adalah Karya Tulis Terbaik Pendidikan Reguler XLI Sesko TNI pada tahun 2014. Di dalam tulisannya, dia menyampaikan gagasan untuk membentuk komando operasi gabungan pasukan elite antar matra, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU. (pen)