China Itu Tetap Komunis, Bukan Kapitalis

0
97

Penulis : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Saat penulis menjadi Project Director (Pimpro) Proyek PLTU 2x 300 MW Tanjung Awar2 Tuban – Jatim yang Kontraktornya dari China, saat weekly meeting (rapat mingguan), terjadi komunikasi dengan Project Manager dari kontraktor China Main Land (sebutan RRC) tersebut karena yang bersangkutan frustasi.

Hal ini terjadi mengingat adanya ketidak serasian antara Pemda Provinsi (Jatim) dengan Pemda Kab. Tuban dalam konteks Analisa dampak lingkungan (AMDAL). Shg berakibat ketidak jelasan wewenang dan kami pelaksana proyek merasa di “Ping Pong”.

Mr. Yang (sebut saja begitu GM Kontraktor tsb, yg berasal dari Beijing RRC) menukas saya, ” Sir, please need a Communist Party. This is very effective for driving your Country !” Yang intinya Mr. Yang ini menyarankan agar Indonesia menerapkan partai Komunis krn (menurut dia) effektip untuk “memaksa” rakyat. Karena kaget waktu itu spontan saya jawab, “oh like that ? Is this real , that Communist party is still exist fully in China ?” Mr. Yang jawab , “yes right, sir !”. Aku konfirmasikan, benarkah RRC masih menggunakan partai komunis ? Dan dia jawab dng tegas , iya masih !

Dari diskusi diatas dengan “boss” kontraktor dari China ini konform bahwa China masih memakai Partai Komunis untuk “menggalang” rakyatnya secara politik ! Namun untuk strategi politik ekonomi Luar Negerinya menggunakan “modus” Kapitalis !

KESIMPULAN :

Omong kosong bahwa Komunis dunia sudah mati ! Justru di Indonesia sosok Kapitalis dipakai China untuk membius rakyat yg terbuai dng Kapitalis agar mendukung program OBOR ( “One Belt One Road” ) yg essensi nya China ingin menjadi hegemoni Komunis Dunia !!

JAKARTA, 12 OKTOBER 2021.