Cerita Eddy Yoen Sang Pelukis 9 Naga

0
96

Inapos, Jakarta.- Pameran tunggal lukisan Eddy Yoen yang digelar di Galeri Cemara, merupakan sebuah simbol nyata dari rekaman peristiwa kegelisahan yang bergejolak di era serba digital. Ia terus berkarya dengan kekhasan pemilihan warna di atas kanvas, goresan warna pilihannya terkesan seperti letupan semangat yang tak pernah padam.

Pada akhir tahun 2017 ini, Eddy Yoen yang selama puluhan tahun hidup sebagai bagian dari lembaga pemerintahan, praktis menjauhkan dirinya dari teman-teman berkesenian karena tuntutan pekerjaan. Kini ia kembali hadir dengan karya-karyanya ternyata selama ‘menghilang’ dia sama sekali tidak menjauhkan dirinya dari kegiatan melukis, dalam kesibukan pekerjaannya Eddy Yoen tetap berkarya.

Dalam berkarya Eddy Yoen mengatakan, “saya tidak pernah terpatok dalam memilih jenis lukisan ataupun motif dari seni itu sendiri, saya berkarya ya berkarya saja dan mengalir begitu saja,” kata Eddy saat ditemui di Galeri Museum Cemara, Jakarta, Jumat (06/10/17) malam.

Target dalam lukisan saya ialah membuat 9 Naga, karena perekonomian Indonesia kan dikuasai oleh China dan untuk sekarang ini saya baru membuat empat kurang lima lagi, sedangkan untuk pembuatannya saya mulai sejak 2015.

Naga ini saya gambarkan, jelas Eddy. “Kepalanya ada di Kelapa Gading, buntutnya ada di Pluit sedangkan badannya ada di Mangga Dua dan sekelilingnya, Sebetulnya kan perekonomian Jakarta ada disitu,” pungkas pria yang juga pendiri sanggar Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (Garagas).

Untuk keseluruhan lukisan yang dipamerkan seluruhnya 30 karya Eddy Yoen yang berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 6-8 Oktober. Rencananya juga Eddy Yoen pada Februari 2018 akan memamerkan karya lukisannya di Ubud, Bali. (Elwan)


Komentar Anda?