Inapos.com Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Hari Rosena dampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutejo bersama tim Divisi Humas Polri guna laksanakan giat silaturahmi dan tatap muka dengan berikan pemahaman kontra radikal di Ponpes Darus Sakinah Kec.Tenggarong Seberang Kab. Kutai Kartanegara, Kamis (8/9/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Divisi Humas Polri yang dipimpin oleh AKBP Erlan Munaji, Kasubbagrenmin Bidhumas Polda Kaltim Kompol I Made Pasek Riawan, Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Angga Indarta, Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Iswanto, Pimpinan Ponpes Darus Sakinah K.H Muhammad Askin Bahar, Kasat Pol Air AKP Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kasi Humas Polres Kukar IPTU Budiono dan tenaga pengajar sebanyak 6 orang serta peserta santri sejumlah 55 orang.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Hari Rosena menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pencerahan, pemahaman dan pendidikan bagi santri dan santriwati yang ada di Darus Sakinah Kec.Tenggarong Seberang.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bersama bahwa pentingnya memahami arti dari intoleransi Radikalisme dan Terorisme”, Kata Kapolres.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutejo pada kesempatan tersebut saat berikan sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pimpinan Ponpes atas waktu dan tempatnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana sebagai mana mestinya.

Kabid Humas Polda Kaltim juga berpesan kepada Para Pengajar dan Pendidik di Pesantren ini agar dalam memberikan pelajaran dan pemahaman Agama jangan terlalu keras karena saat ini usia mereka masih terlalu muda dan labil.

“Berikanlah pemahaman dan pengajaran yang baik kepada para santri dan jangan memberikan pemahaman yang bertentangan dengan Hukum Negara Kita”, jelas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Dalam kegiatan tersebut Divhumas Polri juga mendatangkan narasumber dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yakni Muhammad Najib yang juga merupakan mitra dari Kepolisian dalam berikan pemahaman kontra radikal.

Selaku pemateri Muhammad Najib menyampaikan anak-anak yang sering melihat informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya khususnya melalui handphone agar tidak mudah mempercayai informasi tersebut apalagi menyebarkannya.

“Kelompok yang berusaha memecah-belah bangsa Indonesia dengan menyebarkan paham-paham radikal dan intoleran adalah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Negara kita tercinta Indonesia”, jelasnya.

Tambahnya bahwa, Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat cocok dengan kehidupan masyarakat Indonesia dan menjunjung sikap menghormati dan menghargai antar umat beragama dan berbudaya.

Maka dari itu Muhammad Najib berharap kepada santri dan santriwati ini harus menjadi penyambung lidah di masyarakat agar dapat menyebarkan kedamaian dan rasa toleran.

“Saya berpesan kepada seluruh anak – anak penerus bangsa ini dan sebagai generasi muda, Jaga Aqidah Pondok Pesantren ini dan Jangan berpikiran untuk berpaham Radikalisme dan juga Pentingnya kaum santri untuk menjaga Negara dengan semboyan mencintai Tanah Air sebagian dari Iman,” ujarnya.(Red)